Wartajakarta.id – Malaysia bersiap untuk memberlakukan tindakan perbatasan yang lebih ketat di tengah situasi darurat Covid-19 di Tiongkok. Salah satunya adalah dengan membatasi ketat pelancong dari Tiongkok.
Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) bersiap untuk memperketat pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari kebijakan pembatasan pandemi. Menteri Kesehatan Zaliha Mustafa mengatakan pihaknya mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 di Tiongkok. Pihaknya melakukan pembatasan terhadap pelancong dari Beijing.
“Itu akan diterapkan jika perlu, tidak hanya pada pengunjung atau pelancong (Malaysia dan non-warga negara) yang datang dari Tiongkok tetapi juga dari negara lain,” kata Zaliha dalam sebuah pernyataan, Senin (2/1).
“Kementerian akan meningkatkan metode untuk menahan penyebaran infeksi Covid-19 di negara tersebut serta kesiapan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kasus,” jelas Zaliha.
Zaliha juga mengatakan berdasarkan informasi yang dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia, varian dan subvarian di Tiongkok telah terdeteksi di Malaysia. Direktur Jenderal Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan subvarian BA.5.2 dan BF.7 sudah masuk Malaysia
Ia mendesak lebih banyak orang terutama individu yang berisiko tinggi untuk mendapatkan booster. Saat ini, 49,8 persen warga Malaysia telah menerima dosis booster pertama dan 1,9 persen telah menerima dosis kedua.
Malaysia juga mendeteksi Covid-19 dalam sampel air limbah untuk memberikan peringatan dini dengan memungkinkan pihak berwenang untuk mendapatkan gambaran tentang tren kepadatan virus. Tujuannya untuk mengidentifikasi varian di masyarakat dan untuk memantau keefektifan kontrol intervensi.
(jp)