Wartajakarta.id – Penembakah brutal terjadi di klub malam khusus LGBTQ di Colorado Springs, Amerika Serikat. Setidaknya 5 orang tewas setelah pria bersenjata melepaskan tembakan. Sedangkan 18 orang terluka dalam serangan tengah malam itu.
Pelaku adalah pria bersenjata yang secara membabi buta memasuki klub LGBTQ Colorado Springs dan mulai menembak dengan senapan panjang Sabtu malam (19/11). Pelaku sendiri diketahui sudah diringkus. Polisi pun menambahkan bahwa tersangka kini dirawat di rumah sakit.
Kepala Polisi Colorado Springs Adrian Vasquez memuji aksi heroik pengunjung di dalam klub yang menghadapi dan berkelahi dengan tersangka dan mampu menghentikan tersangka untuk terus membunuh dan menyakiti orang lain.
“Kami berutang banyak terima kasih kepada mereka,” kata Vasquez pada konferensi pers Minggu pagi seperti dilansir dari NBC News, Senin (21/11).
“Tindakan mereka jelas menyelamatkan nyawa,” kata Walikota John Suthers.
Identitas Pelaku
Pelaku bernama Anderson Lee Aldrich, 22. Ia terluka dalam serangan itu, ditangkap dan dirawat di rumah sakit, Sersan.
Juru bicara Departemen Kepolisian Colorado Springs, Pamela Castro, mengatakan pihaknya sudah memberi tahu keluarga korban yang terluka.
Pasien dirawat di tiga rumah sakit yang berbeda.
“Rumah Sakit Penrose merawat tujuh pasien, dua di antaranya masih dalam kondisi kritis, lima lainnya mengalami cedera ekstremitas,” kata Kepala Petugas Medis rumah sakit William Plauth.
Ia menambahkan bahwa dua dari lima pasien itu telah dirawat dan dipulangkan. Pusat Rumah Sakit Memorial menerima 10 pasien.
“Cedera itu termasuk beberapa luka tembak dan beberapa orang di ICU,” katanya.
Dua senjata api ditemukan di tempat kejadian dan bahwa para pejabat masih bekerja untuk mengidentifikasi senjata api dan siapa pemiliknya. Belum diketahui apa motif pelaku.
(jp)