Wartajakarta.id – Singapura masih menjadi magnet bagi wisatawan asing. Selasa (17/1) Singapore Tourism Board (STB) memperkirakan kedatangan pengunjung internasional tahun ini mencapai 12 juta–14 juta orang. Jumlah itu dua kali lipat jika dibandingkan dengan kedatangan tahun lalu, yakni 6,3 juta orang.
Estimasi kenaikan kunjungan wisatawan asing di Singapura tahun ini didasarkan pada pembukaan perbatasan Tiongkok. Juga, peningkatan konektivitas dan kapasitas penerbangan. Karena itu, penerimaan dari sektor pariwisata diperkirakan bakal mencapai SGD 18 miliar–21 miliar atau setara Rp 206,8 triliun–241,3 triliun. Angka itu melonjak dari tahun lalu yang hanya SGD 14 miliar atau Rp 160,8 triliun.
Tahun lalu, turis dari Indonesia merupakan pasar teratas penghasil penerimaan pariwisata Singapura. Mereka menyumbang SGD 1,1 miliar atau setara Rp 12,6 triliun. Disusul India dan Australia. Saat pembatasan perjalanan global diterapkan paling ketat, Singapura hanya menerima 330 ribu pengunjung internasional pada 2021. Pemulihan sektor wisata sepenuhnya diharapkan terjadi pada 2024.
CEO STB Keith Tan menyatakan, perkiraan itu dibuat berdasar sejumlah faktor. Di antaranya, tidak ada varian baru Covid-19 yang menjadi perhatian global, Tiongkok terus membuka kembali perbatasannya, dan peningkatan kapasitas penerbangan internasional.
Pemerintah Singapura akan menyuntikkan anggaran sebesar SGD 110 juta (Rp 1,26 triliun) untuk pemulihan sektor wisata. Dana itu dipakai untuk meningkatkan acara bisnis dan rekreasi selama 2023–2024. ’’Faktor yang jadi penghambat potensial adalah perlambatan ekonomi global dan pembatasan perbatasan oleh negara lain,’’ ujarnya, seperti dikutip The Straits Times.
Setali tiga uang, Profesor Lawrence Loh dari National University of Singapore Business School mengungkapkan hal serupa.
Menurut dia, perlambatan ekonomi global bakal berdampak besar karena memengaruhi kemampuan orang untuk bepergian.
(jp)