Wartajakarta.id – Saigul Kacan hanyalah seorang pensiunan. Tak banyak aset yang dimiliki. Tapi, demi membantu mereka yang menjadi korban gempa bumi, pria 70 tahun itu rela menjual salah satu kepunyaannya yang berharga: sapi.
Sapi milik pria yang tinggal di Kars, Turki Bagian Timur, itu laku 13.000 lira Turki (sekitar Rp 10,4 juta). Seluruh uang tersebut disumbangkan untuk para korban.
Masih di Turki Timur, Nazime Kilic, pensiunan lainnya, juga ikhlas melego bantengnya seharga 23.000 lira Turki (Rp 18,4 juta). Sebagai penyintas gempa di kawasan tempat tinggalnya pada 1983, ibu delapan anak tersebut tahu betul penderitaan yang dirasakan para korban gempa di sepuluh provinsi.
”Saya beri tahu kedelapan anak saya, bantulah dengan apa pun yang kalian bisa,” katanya kepada media setempat seperti dikutip AFP kemarin (12/2).
Solidaritas menjalar di semua kalangan di segenap penjuru Turki setelah dua gempa besar menghembalang negeri tersebut pada Senin (6/2) pekan lalu. Mereka yang tidak terdampak mengulurkan tangan kepada mereka yang jadi korban lewat beragam cara. Puluhan ribu jumlahnya.
Di Gaziantep yang kehilangan 2 ribu warganya dan puluhan ribu lainnya mengungsi karena gempa, Ajde Gunes berterima kasih sekali kepada para pemilik restoran. Sebab, persediaan makanan dari mereka benar-benar membantu dia dan para korban lain melewati masa-masa sulit.
”Antrean untuk mendapatkan makanan memang panjang, tapi apa yang dilakukan para pemilik restoran melebihi apa yang telah dilakukan pemerintah,” ujar Gunes kepada AFP.
Imam Cadgas, salah seorang pemilik restoran di Gaziantep, menyediakan 4 ribu porsi makanan gratis tiap hari. ”Kami menyediakan makanan yang mudah untuk disajikan dan cocok di musim dingin seperti saat ini, seperti pasta serta sup di pagi hari,” kata Burhan Cagdas, putra Imam.
Ribuan makanan itu disajikan dalam 4–5 menu berbeda tiap hari. Tapi, menu andalan restoran milik Cadgas seperti olahan daging dan kue baklava tak bisa disajikan karena kelangkaan bahan.
”Saat kami kehabisan stok, para pemilik restoran lain akan membantu,” lanjut Burhan.
Meshur Kaleati, restoran di kawasan wisata Gaziantep, juga membagikan 3 ribu paket sup serta roti tiap hari. ”Kami akan terus melakukan ini, bahkan jika kondisi sulit ini bakal berlangsung berminggu-minggu,” ujar salah seorang staf.
Para pemilik usaha kuliner kategori kecil juga tak mau ketinggalan. ”Tiap hari kami membagikan 200 kebab,” kata Hidir Nemasek yang punya sebuah kedai kebab kecil bawa pulang (takeaway).
Untuk mereka yang terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian, pemerintah kota di semua kawasan terdampak juga mengirim truk-truk pengangkut barang-barang kebutuhan darurat. Termasuk makanan dan minuman.
(jp)