Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) mengubah strategi komunikasi publik dengan mengedepankan pendekatan yang lebih terbuka, dialogis, dan kolaboratif. Langkah ini dilakukan untuk memperluas ruang dialog, menyerap aspirasi masyarakat, serta memastikan kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan publik.
Kepala Bakom RI, Syahganda Nainggolan, menegaskan bahwa komunikasi pemerintah saat ini tidak cukup hanya menyampaikan informasi mengenai program dan kebijakan. Pemerintah juga perlu lebih peka dalam mendengarkan suara masyarakat, termasuk kritik dan masukan yang disampaikan secara langsung.
Perubahan strategi tersebut menandai pergeseran peran Bakom RI dari lembaga yang berfokus pada penyampaian informasi pemerintah menjadi institusi yang lebih responsif terhadap dinamika informasi dan aspirasi publik.
“Saat ini Bakom memiliki arah yang berbeda, yaitu lebih banyak mendengar,” ujar Nainggolan.
Ia mengatakan, Bakom RI ingin memperluas jaringan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan yang mengutamakan kemitraan dan kerja sama untuk menghadapi berbagai persoalan komunikasi pemerintahan.
“Bakom sekarang ingin memperbanyak teman dan membangun ‘sekutu’ agar pada akhirnya kita bisa bahu-membahu dan bergotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan komunikasi pemerintahan,” katanya.
Melalui pendekatan baru ini, Bakom RI berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan berbagai kelompok masyarakat. Ruang dialog diharapkan menjadi sarana untuk menampung pandangan, kritik, dan aspirasi publik sebagai bahan evaluasi komunikasi pemerintah.
Pendekatan kolaboratif juga diharapkan dapat mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menyampaikan informasi yang relevan sekaligus merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Di tengah dinamika informasi yang terus berubah, komunikasi dua arah dinilai penting agar pesan pemerintah tidak hanya tersampaikan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan.
Bakom RI berharap transformasi strategi komunikasi publik tersebut dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Keterbukaan dalam menerima kritik dan masukan menjadi bagian dari upaya menciptakan hubungan komunikasi yang lebih sehat dan konstruktif.
Melalui semangat gotong royong, Bakom RI ingin menjadikan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan sebagai mitra dalam menyelesaikan tantangan komunikasi pemerintahan.
Dengan demikian, strategi komunikasi publik ke depan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyampaian kebijakan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah untuk mendengar, memahami, dan merespons kebutuhan masyarakat.


