Wartajakarta.id-Warga Tiongkok berebut memperoleh vaksin mRNA buatan Pfizer-BioNTech karena ledakan kasus Covid-19 mengamuk di negara mereka. Akan tetapi tak mudah mendapatkan vaksin Barat, mereka harus terbang ke Hongkong untuk mendapatkannya.
Hal itu karena Beijing masih belum menyetujui vaksin mRNA BioNTech untuk penggunaan yang lebih luas di Tiongkok daratan. BioNTech SE telah mulai mengizinkan Tiongkok untuk mendaftar vaksin mRNA Covid-19 di Hongkong menjelang pembukaan kembali perbatasan awal bulan depan. Vaksin mRNA tersebut dianggap lebih manjur untuk menangkal Covid-19.
Dilansir dari Fortune, Kamis (29/12), Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co mengizinkan orang mendaftar untuk mendapatkan suntikan melalui aplikasinya dan secara online. Syaratnya, perusahaan menanyakan detail pribadi pengguna dan apakah mereka baru saja pulih dari Covid-19. Fosun sendiri adalah distributor vaksin Pfizer-BioNTech melayani Hongkong, Makau, dan Taiwan.
Tiongkok kini bergulat menghadapi lonjakan kasus pasca dicabutnya kebijakan Nol-Covid. Beberapa penduduk Tiongkok daratan rela menerima suntikan mRNA di Makau, satu-satunya tempat di mana mereka dapat melakukan perjalanan tanpa harus dikarantina saat kembali.
Namun, tidak jelas berapa banyak yang memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan sebab syaratnya adalah minimal menunggu enam bulan setelah infeksi terakhir. Fosun Pharm mengirimkan 11.500 dosis vaksin mRNA bulan ini untuk diberikan secara eksklusif kepada ekspatriat Jerman di Tiongkok, berdasarkan kesepakatan yang ditengahi selama kunjungan Kanselir Jerman Olaf Scholz ke Tiongkok pada awal November. Tidak jelas kapan, atau apakah, suntikan tersebut akan disetujui untuk penggunaan yang lebih luas di Tiongkok. (*)
(jp)