Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Tiga Aktivis Anti-Invasi Rusia Terima Nobel Perdamaian
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Tiga Aktivis Anti-Invasi Rusia Terima Nobel Perdamaian
Dunia

Tiga Aktivis Anti-Invasi Rusia Terima Nobel Perdamaian

Wartajakarta.id
12 Desember 2022
Share
4 Min Read
SHARE

Sebut Putin Penjahat Perang yang Harus Dibawa ke Pengadilan Internasional

Wartajakarta.id – Tiga pejuang HAM menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada Sabtu (10/12) di Balai Kota Oslo, Norwegia. Mereka berasal dari tiga negara yang saling berkonflik. Yakni, pejuang HAM Belarus yang kini dipenjara Ales Bialiatski, lembaga HAM Memorial asal Rusia yang diwakili Yan Rachinsky, dan Center for Civil Liberties (CCL) Ukraina yang diwakili Oleksandra Matviichuk. Mereka berbagi penghargaan dan hadiah.

Rusia bermusuhan dengan Ukraina setelah invasi Februari lalu. Selama ini, Belarus juga dikenal sebagai sekutu dekat Rusia. Meski ketiga tokoh dikenal sebagai pejuang HAM di negara masing-masing dan sama-sama mengutuk serangan Rusia, ketegangan tetap ada. Matviichuk tidak mau diwawancarai bareng dengan Rachinsky. Sementara itu, Bialiatski yang masih mendekam di balik jeruji besi diwakili sang istri, Natallia Pinchuk.

”Sekarang dalam situasi perang dan kami ingin membuat suara pembela HAM Ukraina menjadi nyata. Jadi, saya yakin bahwa meskipun kami melakukan wawancara terpisah, kami mengirim dan menyampaikan pesan yang sama,” terang Matviichuk yang menjabat pemimpin CCL, saat diwawancarai BBC.

CCL berdiri sejak 2007. Belakangan, mereka mendokumentasikan kejahatan perang yang dilakukan Rusia di Ukraina. Itu termasuk mengebom bangunan tempat tinggal, gereja, sekolah dan rumah sakit, mengebom koridor evakuasi, pemindahan paksa orang, dan penyiksaan. Rusia kini bahkan mengebom infrastruktur energi Ukraina. Gara-gara hal itu, Matviichuk menulis pidatonya dengan penerangan lilin.

Sembilan bulan setelah invasi Ukraina, CCL mendokumentasikan 27 ribu kasus kejahatan perang. Namun, menurut mereka, itu hanya pucuk gunung es. ”Perang mengubah orang menjadi hanya angka-angka. Kami harus mendapatkan kembali semua nama korban kejahatan perang itu,” ujar Matviichuk dalam pidatonya. Dia menyerukan agar Presiden Rusia Vladimir Putin dan sekutunya, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, serta para penjahat perang lainnya diseret ke pengadilan internasional.

Sementara itu, Yan Rachinsky justru menyebut keputusan Komite Nobel untuk memberikan hadiah kepada penerima di tiga negara berbeda adalah hal yang luar biasa. Itu adalah bukti bahwa masyarakat sipil tidak dipisahkan oleh batas negara, tapi merupakan satu tubuh yang bekerja untuk memecahkan masalah bersama.

Rachinsky mengakui, pemerintah Rusia sempat memintanya untuk tak menerima hadiah Nobel tersebut. Sebab, Kremlin merasa dua penerima lainnya tidak layak. Memorial yang merupakan organisasi HAM tertua di Rusia tidak menggubris saran itu.

Rachinsky menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan di Memorial sangat penting, meski pada saat yang sama keselamatannya terancam. Selama ini, Memorial yang berdiri sejak 1989 mendokumentasikan represi yang dilakukan Uni Soviet dan pelanggaran HAM di Rusia. Lembaga tersebut ditutup oleh pemerintah Rusia tahun lalu. Dia menegaskan, saat ini tidak ada yang bisa menjamin keselamatan pribadi seseorang di Rusia. Banyak orang terbunuh. Salah satunya tentu saja karena melawan pemerintah.

Aktivis 64 tahun itu menjelaskan, ambisi kekaisaran Rusia yang diwarisi dari bekas Uni Soviet masih berkembang hingga saat ini. Putin dan orang-orangnya telah membajak perjuangan antifasis untuk kepentingan politik mereka sendiri.

”Kini perlawanan terhadap Rusia disebut fasisme dan menjadi pembenaran ideologis untuk agresi perang gila dan kriminal melawan Ukraina,” ucap Rachinsky, seperti dikutip Agence France-Presse.

Peraih Nobel ketiga, Ales Bialiatski, adalah pendiri lembaga HAM Viasna. Dia ditahan sejak Juli 2021. Peradilannya ditunda karena demo besar-besaran terhadap pemerintah. Bialiatski tidak diizinkan mengirim pidatonya dalam acara pemberian penghargaan Nobel itu.

Sang istri, Natalia Pinchuk, yang mewakili menerima penghargaan membagikan pemikiran-pemikiran Bialiatski yang kerap dilontarkan sebelumnya. Bialiatski merasa saat ini di Belarus suara orang-orang yang tertindas diabaikan. Bialiatski pernah dipenjara tiga tahun dan baru bebas 2014 lalu.

 

(jp)

Previous Article Peringatan Hakordia 2022, DPMPTSP DKI Berkomitmen Bersatu Berantas Korupsi
Next Article Separator Underpass Pasar Minggu Dicat Ulang
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Turidi Susanto Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersama ISDMI
Bodetabek
26 Agustus 2026
Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut
Bisnis Jakarta Jakarta Utara
25 Agustus 2026
Sekda Herman Suwarman Ajak Pegawai Semarakkan Maulid Nabi Bersama Masyarakat
Bodetabek
24 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Nasional
21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Nasional
21 Agustus 2026
Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional
21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional
Nasional
12 Agustus 2026
Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri
Hukum
12 Agustus 2026
Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba
Hukum
11 Agustus 2026
Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter
Hukum
11 Agustus 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Varian Virus XBB Picu Lonjakan Covid-19 di Singapura hingga 2 Kali Lipat
Di Forum COP27, Ketua DPP Garda Pemuda NasDem Minta Perusahaan Libatkan Anak Muda dalam Melestarikan Lingkungan
Jet Tempur Serang Konser Pemberontak di Myanmar, 60 Orang Tewas
Masuk Thailand Kini Mudah, Tak Perlu Bukti Vaksinasi Covid-19
G7 Kecam Rusia, Ancam Bakal Kembali Jatuhkan Sanksi Ekonomi

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might also Like

Dunia

Pelaku Penembakan saat Imlek Berusia 72 Tahun, Motif Masih Misteri

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
24 Januari 2023
Dunia

Liz Truss Mengundurkan Diri

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
20 Oktober 2022
Dunia

Tur ke AS, Akankah Kate Middleton Bertemu Meghan Markle?

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
2 Desember 2022
Dunia

Penampakan Biden Gelar Rapat Darurat di Bali Soal Ledakan di Polandia

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
16 November 2022
Dunia

Terkait Transparansi Data Covid-19, AS Mendapat Pujian dari WHO

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
16 Januari 2023
Dunia

Tragedi Halloween Tewaskan 151 Orang, Presiden: Benar-Benar Tragis

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
30 Oktober 2022
Dunia

KBRI Beijing Minta WNI Bermasalah Pemegang SPLP Tinggalkan Tiongkok

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
27 Februari 2023
Dunia

Media Asing Soroti RKUHP, Terutama Pidana bagi Pasangan Kumpul Kebo

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
6 Desember 2022
Dunia

Kurangi Ketergantungan kepada Tiongkok, UE Dukung Teknologi Bersih

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
15 Maret 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account