Wartajakarta.id – Tiongkok secara tegas memblokir akun media sosial siapa saja yang mengkritik kebijakan Covid-19. Pemerintah Tiongkok telah menghapus lebih dari 1.000 akun media sosial lantaran mengkritik kebijakan Covid-19.
Platform media sosial Weibo mengatakan telah menangguhkan atau melarang akun yang melakukan serangan pribadi terhadap kebijakan Covid-19. Weibo tidak merinci posting-an mana yang memicu tindakan tersebut.
Langkah itu menyusul keputusan Tiongkok mencabut kebijakan nol-Covid yang ketat pada Desember 2022. Sejak itu, kasus Covid-19 di Tiongkok meroket.
Kritik melalui media sosial terfokus pada penegakan ketat peraturan Covid-19, termasuk penguncian atau lockdown yang mengharuskan orang tinggal di rumah dalam isolasi selama berminggu-minggu. Weibo mengatakan telah menemukan hampir 13.000 pelanggaran, termasuk serangan terhadap para ahli, akademisi, dan pekerja medis. Larangan sementara atau permanen telah dilakukan terhadap 1.120 akun.
“Tidak dapat diterima untuk menghina orang yang memiliki sudut pandang berbeda, atau mempublikasikan serangan pribadi dan pandangan yang memicu konflik,” kata Weibo dalam sebuah pernyataan.
“Segala jenis tindakan yang merusak komunitas Weibo akan ditangani dengan serius,” imbuh Weibo.
Sejak Tiongkok mencabut kebijakan nol-Covid, kasus infeksi Covid-19 naik, rumah sakit dan krematorium kewalahan. Namun secara resmi, Tiongkok hanya mengumumkan 22 kematian akibat Covid-19 sejak Desember 2022 dengan menggunakan kriteria ketat sendiri terkait pencatatan kasus.
(jp)