Wartajakarta.id – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima mandat Duta Besar Israel untuk Turki setelah kedua negara menghadapi hubungan yang tak harmonis selama 4 tahun. Ketegangan di antara kedua negara saat ini kian pulih dan berharap dapat membangun kerja sama antar dua negara.
Irit Lillian, utusan Israel di Ankara sejak Januari 2021, secara resmi diakui di Turki sebagai duta besar Israel setelah menyerahkan surat kepercayaannya kepada Erdogan. Lilian mengapresiasi keputusan itu.
“Itu adalah kesempatan yang menyenangkan yang memenuhi hati dengan harapan,” kata Lillian kepada wartawan seperti dilansir dari JPost, Rabu (28/12).
“Kita semua berharap proses pemulihan hubungan politik antara Israel dan Turki akan semakin intensif, meluas, dan banyak bidang kerja sama,” tambahnya.
Untuk merayakan momen tersebut, lagu kebangsaan Israel HaTikva dimainkan di istana kepresidenan Erdogan untuk menandai kesempatan tersebut. Duta Besar baru Turki untuk Israel, Sakir Ozkan Torunlar, menyerahkan surat kepercayaannya kepada Kementerian Luar Negeri awal bulan ini. Mereka sepakat saling menghormati kepentingan bersama.
Perjalanan Hubungan Turki-Israel
Sebelumnya Ankara mengusir duta besar Israel menyusul serangan Israel tahun 2010 di sebuah kapal bantuan ke Gaza, 10 warga Turki tewas. Hubungan diplomatik dipulihkan pada 2016, tetapi dua tahun kemudian Turki menarik duta besarnya dari Israel dan mengusir utusan Israel untuk memprotes penembakan Israel terhadap perusuh Palestina di sepanjang perbatasan Gaza selama Pawai Besar yang dipimpin Hamas pada 2018.
Turki dan Israel, sejak itu berupaya memperbaiki hubungan mereka. Presiden Isaac Herzog mengunjungi Ankara pada Maret tahun ini, kunjungan pertama dalam 14 tahun.
(jp)