Wartajakarta.id – Buntut kekalahan petahana Jair Bolsonaro dalam Pemilu di Brasil beberapa waktu lalu, para pendukungnya masih tak puas. Mereka kecewa karena Bolsonaro kalah dari Luiz Inácio Lula da Silva. Lula sendiri sudah dilantik sebagai Presiden Brasil seminggu lalu.
Para pendukung Bolsonaro tidak terima dan menyerbu Gedung Kongres. Pasukan keamanan menangkap ratusan pendukung Bolsonaro saat menyerbu Kongres Brasil. Aksi tersebut dilakukan pada Minggu (8/1). Para pendukung Bolsonaro menyerukan militer untuk mengambil alih pemerintahan Brasil.
“Menjelang sore, pasukan keamanan telah merebut kembali kendali atas gedung-gedung yang diserbu,” kata Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik Flávio Dino.
Dino mengatakan sekitar 200 orang ditangkap. Banyak pendukung Bolsonaro menolak menerima kekalahan mantan pemimpin sayap kanan itu dalam pemilihan lebih dari dua bulan lalu dari Luiz Inácio Lula da Silva yang berhaluan kiri.
Selain Gedung Kongres, video dan foto adegan yang di-posting ke media sosial juga menunjukkan massa menyerbu Istana Presiden dan Mahkamah Agung terdekat. Sekelompok pendukung Bolsonaro, yang dikenal sebagai Bolsonaristas, menyerbu melewati penghalang keamanan dan bentrok dengan polisi yang tampaknya menggunakan semprotan merica.
Kantor Kongres ditutup saat massa bergerak. Pengunjuk rasa memanjat atap serta memecahkan jendela.
Reaksi Lula
Presiden Lula yang berada di negara bagian São Paulo, menyebut penyerbuan itu sebagai tindakan barbarisme oleh massa. Dia juga menyalahkan kurangnya keamanan dalam kongres tersebut.
“Siapa pun yang melakukan ini akan ditangkap dan dihukum,” tulisnya di Twitter.
“Demokrasi menjamin hak untuk kebebasan berekspresi, tetapi juga mengharuskan orang untuk menghormati institusi. Tidak ada preseden dalam sejarah negara apa yang mereka lakukan hari ini. Untuk itu mereka harus dihukum,” tambah Lula.
Sejak kekalahan Bolsonaro dari Lula, pendukung Bolsonaro telah memprotesnya dengan memblokir jalan dan menyerukan angkatan bersenjata untuk campur tangan dan membatalkan pemilihan. Bolsonaro sendiri menolak untuk mengakui kekalahan. Dia meninggalkan Brasil dan menuju Florida akhir bulan lalu.
Sementara, Bolsonaro mengkritik kerusuhan tersebut. Ia menulis bahwa demonstrasi damai adalah yang utama, bukan dengan penghancuran dan invasi ke gedung-gedung publik.
(jp)