Wartajakarta.id – Dalam rangka memeringati Hari Ibu ke-94, KBRI Doha menyelenggarakan Silaturahmi Perempuan Indonesia di Qatar (SPIQ) ke-2 pada (22/12). Acara ini merupakan program rutin KBRI Doha yang diselenggarakan setiap (22/12). Tahun ini, KBRI Doha menyelenggarakannya bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan KBRI Doha dan Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (PERMIQA).
Kegiatan SPIQ-2 diisi dengan diskusi perempuan yang mengangkat tema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”. Bertindak sebagai pembicara dalam acara tersebut adalah Diana Kartikasari salah satu Ibu Indonesia di Qatar yang selama ini terlibat dalam banyak kegiatan promosi seni budaya di Qatar dan baru-baru ini juga aktif sebagai volunteer atau relawan FIFA World Cup 2022. Selain Diana, SPIQ-2 juga menghadirkan Nurlany Jassin, seorang Ibu Indonesia di Qatar yang sehari-hari bekerja untuk salah satu perusahaan gas terkemuka di Qatar. Dialah orang yang memastikan setiap deal penjualan LNG jangka pendek perusahaannya memberikan uplift positive untuk shareholders dan Qatar.
Para pembicara menyampaikan suka duka mereka hidup di Qatar. “Salah satu yang bisa dicontoh Indonesia dari Qatar adalah keseriusannya mengembangkan pendidikan. Sheikha Mozza bahkan mengundang kampus-kampus asing bergengsi untuk membuka cabang di Qatar” kata Lanny Jassin yang sudah 11 tahun tinggal di Qatar.
Sementara itu Diana bercerita banyak tentang pengalamannya menjadi volunteer di Piala Dunia 2022. “Program volunteer mengajarkan banyak hal. Salah satunya kesadaran bahwa Indonesia adalah negara yang sangat dikagumi oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Tugas kita untuk menjaganya” kata Diana.
Sementara Dubes RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontribusi perempuan Indonesia telah berlangsung lama. “Konsep kesetaraan gender bukanlah konsep baru yang diimpor dari Barat”, kata Dubes Ridwan Hassan.
SPIQ-2 terasa istimewa karena turut dihadiri oleh Ibu Endang Sri Hariyati Sumadi yang juga istri dari Menteri Perhubungan RI.
(jp)