Wartajakarta.id – Pelaku penembakan brutal di kelab malam LGBT, Colorado Springs, Colorado, seorang pria muda berusia 22 tahun. Ia bernama Anderson Lee Aldrich. Pelaku menembak membabi buta pada Sabtu (19/11) tengah malam. Aksi kejinya mengakibatkan setidaknya 5 orang tewas dan 25 lainnya luka-luka.
“Ia adalah Anderson Lee Aldrich,” sebut Kepala Polisi Colorado Springs Adrian Vasquez.
Aldrich menggunakan senapan laras panjang dalam aksi penembakan tersebut. Dia kemudian diringkus oleh pengunjung di kelab tersebut dan senjatanya dirampas. Sementara pengunjung lain memukulinya.
Seperti dilansir Heavy.com, Aldrich ternyata bukan orang sembarangan. Dia adalah cucu dari anggota Majelis Negara Bagian Republik Randy Voepel, mantan Wali Kota Santee, California.
Randy Voepel mewakili distrik ke-71 di wilayah San Diego. Ibu Aldrich, Laura Voepel, telah menulis unggahan yang memuji Randy Voepel di Facebook dan mengonfirmasi bahwa dia adalah ayah kandungnya dan kakek dari Aldrich. Randy Voepel dan kantornya tidak menanggapi permintaan komentar dari Heavy.
Aldrich pernah ditangkap pada 2021 setelah ibunya melapor ke polisi bahwa dia mengancam akan menyakitinya dengan bom rakitan. Aldrich ditangkap dan didakwa dengan lima tindak pidana berat. Tapi, dia tidak dituntut hukuman penjara.
Jaksa wilayah El Paso belum mengomentari mengapa kasus itu tidak sampai vonis penjara. Posting Facebook yang dibuat oleh ibunya mengungkapkan bahwa anaknya itu memiliki masalah kesehatan mental.
(jp)