Kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 15 rumah di kawasan padat penduduk Jalan Kramat Sawah, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, menjadi alarm bagi Pemprov DKI memperkuat pencegahan kebakaran berbasis masyarakat.
Kebakaran yang terjadi Kamis (20/8) malam itu berdampak terhadap 32 kepala keluarga (KK) atau sekitar 120 jiwa.
Sebanyak 29 unit mobil pemadam dengan 145 personel dikerahkan untuk menjinakkan api dan mencegahnya merambat ke bangunan lain.
Kebakaran besar juga melanda permukiman di Jalan Rasamala II, RT 06/RW 08, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8) dini hari, sekitar pukul 03.20 WIB.
Api menghanguskan bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, rumah kost, serta usaha fotokopi dengan luas area terdampak sekitar 1.200 meter persegi.
Kebakaran diduga akibat korsleting listrik itu terjadi saat sebagian besar warga tengah terlelap. Akibatnya, empat orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dengan 86 personel dikerahkan untuk menangani kobaran api. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Muhammad Hasan Abdillah menyampaikan empati kepada warga yang terdampak.
Namun, ia menilai penanganan kebakaran tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman setelah api membesar.
“Yang utama tentu empati kepada warga. Semoga mereka diberi kekuatan,” ujar Hasan, beberapa waktu lalu.
Menurut Hasan, kondisi permukiman yang padat membuat api lebih mudah merambat. Karena itu, masyarakat perlu dibekali sarana dan pengetahuan penanganan pada fase awal kebakaran.
Satu di antaranya, memperluas ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan rawan kebakaran.
“APAR itu penting. Api yang masih kecil bisa segera ditangani sebelum membesar,” kata dia.
Hasan meminta Pemprov DKI tidak hanya memperbanyak APAR, namun meningkatkan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran.
Warga perlu memahami cara menggunakan APAR, mengevakuasi diri dan keluarga, serta melaporkan kejadian secara cepat kepada petugas.
“Jangan bergerak setelah kebakaran terjadi. Pencegahan dan edukasi harus diperkuat,” tegas politisi PKS itu.
Ia menilai, kesiapsiagaan warga menjadi salah satu kunci menekan dampak kebakaran di kawasan padat. Kolaborasi pemerintah, petugas pemadam, dan masyarakat harus diperkuat. Terutama merespons api sedini mungkin.
“Kita berharap kejadian ini tidak terulang. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” pungkas Hasan. (red)


