Wartajakarta.id – Jumlah penyintas atau pengungsi korban gempa Turki membludak. Khususnya di kawasan Hatay. Di tengah cuaca dingin, mereka membutuhkan pasokan makanan. Tim advance Baznas bersama relawan dan mitra lokal menyiapkan 2.000 paket makanan siap saji untuk mengatasi kebutuhan pasokan makanan tersebut.
Kebutuhan pasokan makanan itu disampaikan Direktur Pendistribusian Baznas Ahmad Fikri langsung dari Turki. Fikri bersama tiga petugas Baznas lainnya dikirim ke Turki untuk melakukan pemetaan kebutuhan para korban gempa. Baznas sendiri menargetkan penyaluran dana bantuan untuk gempa Turki sebesar Rp 10 miliar.
Fikri menceritakan pada hari kedua respon bencana atau Senin (13/2) lalu, tim yang beranggotakan empat orang personel itu dibagi menjadi dua tim. “Tim pertama berangkat ke Kota Antakya bersama anggota BNPB untuk melakukan asesmen,” katanya Kamis (16/2). Tim pertama ini juga memetakan kondisi di lapangan untuk memudahkan proses layanan kemanusiaan.
Lalu tim kedua ditugaskan untuk menyiapkan 2.000 makanan siap saji dan hygiene kit bersama mitra lokal serta relawan. Pasalnya, kebutuhan mendesak makanan siap saji sangat diperlukan saat ini, karena banyaknya penyintas bencana di tempat pengungsian. “Cuaca dingin yang melanda, membuat kami harus bergerak cepat menyiapkan segala kebutuhan dasar para pengungsi,” tutur Fikri.
Dia menegaskan kebutuhan utama yang mendesak tentu makanan, kebutuhan pokok, selimut, dan lainnya. Hal itu terus mereka upayakan pemenuhannya, sebagai amanah dari muzaki yang telah mempercayakan kepada Baznas.
Fikri melanjutkan sebanyak 2.000 paket makanan siap saji nantinya akan disalurkan ke satu titik pengungsian di Hatay. Nantinya, Baznas juga akan bergerak ke lokasi pengungsian lain yang membutuhkan bantuan. Selain itu, untuk memudahkan proses penyaluran bantuan, Baznas juga terus menjalin komunikasi dengan KBRI di Ankara, BNPB, Basarnas, relawan, dan mitra lokal setempat.
“Proses koordinasi jadi sangat penting dalam membantu korban terdampak bencana,” jelasnya. Hal itu dimaksudkan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, dan jatuh di tangan orang yang tepat. Prinsip 3A, aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI terus kita terapkan di manapun, termasuk di Turki.
Sebelumnya, tim Baznas yang beranggotakan Ahmad Fikri, Budi Margono, Taufiq Hidayat, dan dr. Reza Ramdhoni telah tiba di Kota Adanan, Turki, Minggu (12/2) siang. Kedatangan tim yang diterjunkan fokus untuk memberikan bantuan dan proses pencarian korban. Tim Baznas yang tiba di kota Adanan diterima langsung oleh Dubes Indonesia untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal. Tim yang tiba langsung menggelar rapat koordinasi untuk proses pemberian bantuan kepada korban
(jp)