Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Nasional > Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Wartajakarta.id 30 Agustus 2026
Share
7 Min Read
SHARE

Lima nama calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031 resmi mengerucut dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Daftar Isi
1. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin2. KH Zulfa Mustofa3. KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam4. KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya5. KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin

Kelima nama tersebut merupakan hasil tabulasi suara yang kemudian disesuaikan dengan persyaratan pencalonan. Mereka adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, dan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.

Berdasarkan hasil tabulasi, Gus Kikin memperoleh suara terbanyak dengan 472 suara. Di posisi berikutnya terdapat KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, Gus Salam dengan 261 suara, Gus Yahya dengan 258 suara, dan Gus Rozin dengan 155 suara.

Kelima nama tersebut selanjutnya masuk dalam mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU yang telah diubah melalui keputusan Muktamar ke-35. Peserta muktamar menyepakati penggunaan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), menggantikan sistem one man one vote.

1. KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin

KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, menjadi kandidat dengan perolehan suara paling tinggi dalam tabulasi calon Ketua Umum PBNU.

Gus Kikin merupakan Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmat 2024-2029. Ia merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum.

Gus Kikin dikenal memiliki latar belakang kuat dalam tradisi pesantren sekaligus pengalaman di dunia usaha dan manajemen. Sebelum dipercaya menjadi Pengasuh Tebuireng, ia pernah menjadi Wakil Pengasuh Tebuireng dan terlibat dalam berbagai aktivitas pengembangan pesantren.

Setelah KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah wafat pada 2020, Gus Kikin dipercaya menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng. Ia kemudian juga aktif dalam struktur organisasi NU hingga dipercaya memimpin PWNU Jawa Timur.

Dalam tabulasi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031, Gus Kikin memperoleh 472 suara, unggul jauh dari kandidat lainnya. Selisihnya mencapai 210 suara dari peraih posisi kedua, KH Zulfa Mustofa.

2. KH Zulfa Mustofa

Nama berikutnya adalah KH Zulfa Mustofa, yang memperoleh 262 suara dalam tabulasi calon Ketua Umum PBNU.

KH Zulfa Mustofa lahir di Jakarta pada 7 Agustus 1977. Ia berasal dari keluarga ulama. Ayahnya adalah KH Muqarrabin dari Pekalongan, sementara ibunya Nyai Hajjah Marhumah Latifah. Ia juga dikenal sebagai keponakan Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma’ruf Amin.

Gus Zulfa memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan dan dakwah. Setelah menempuh pendidikan di Jakarta, Pekalongan dan lingkungan pesantren di Pati, ia mulai aktif mengajar di majelis-majelis sejak usia muda.

Ia juga dikenal sebagai ulama dan penulis sejumlah karya keislaman. Di antaranya kitab Tuhfatul Qashi wa Dani, Al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi li al-Mutafaqqih Jahluhu, serta Diqqat al-Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi’i.

Dalam organisasi NU, Gus Zulfa sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU. Pada Desember 2025, ia ditetapkan sebagai Penjabat Ketua Umum PBNU untuk menjalankan roda organisasi hingga Muktamar ke-35.

Kini, Gus Zulfa masuk dalam lima calon Ketua Umum PBNU dengan raihan 262 suara.

3. KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam

KH Abdussalam Shohib, yang dikenal sebagai Gus Salam, memperoleh 261 suara dan menempati posisi ketiga dalam tabulasi.

Gus Salam merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Ia berasal dari lingkungan keluarga besar pesantren Denanyar dan dikenal sebagai salah satu tokoh muda NU.

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Salam menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Tanfidziyah atau Ketua Umum PBNU. Ia juga melakukan silaturahmi dan sowan kepada sejumlah kiai sepuh di berbagai daerah untuk meminta doa dan dukungan.

Gus Salam membawa gagasan mengenai pentingnya rekonsiliasi, persatuan, dan penguatan kembali hubungan antarelemen NU. Ia berharap dinamika organisasi dapat dikelola dengan semangat khidmah dan kebersamaan.

Perolehan 261 suara membuat Gus Salam hanya terpaut satu suara dari KH Zulfa Mustofa yang berada di posisi kedua.

4. KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

Nama keempat adalah KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Ia memperoleh 258 suara dalam proses tabulasi.

Gus Yahya merupakan tokoh yang sudah sangat dikenal dalam struktur NU. Ia pernah menjabat Ketua Umum PBNU periode sebelumnya dan memiliki pengalaman panjang dalam organisasi, pemerintahan, pendidikan serta hubungan internasional.

Gus Yahya lahir di Rembang pada 16 Februari 1966. Ia merupakan putra KH M. Cholil Bisri dan masih memiliki hubungan keluarga dengan KH A. Mustofa Bisri atau Gus Mus. Ia juga merupakan kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Selain aktif di NU, Gus Yahya pernah dipercaya menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pada 2018, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Pengalaman tersebut membuat Gus Yahya memiliki rekam jejak yang cukup panjang dalam hubungan antara NU, pemerintahan, masyarakat sipil dan komunitas internasional.

Dalam tabulasi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031, Gus Yahya memperoleh 258 suara, hanya terpaut tiga suara dari Gus Salam dan empat suara dari KH Zulfa Mustofa.

5. KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin

Nama terakhir yang masuk lima calon adalah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.

Gus Rozin memperoleh 155 suara dalam tabulasi. Jumlah tersebut sebenarnya menempatkannya di bawah beberapa nama lain dalam perolehan awal. Namun setelah dilakukan verifikasi persyaratan, Gus Rozin menjadi salah satu nama yang memenuhi ketentuan dan masuk lima calon yang diajukan.

Gus Rozin merupakan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, Jawa Tengah. Ia juga menjabat sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029.

Ia tumbuh dalam lingkungan pesantren Kajen dan mendapat pendidikan langsung dari KH MA Sahal Mahfudh dan Nyai Hj Nafisah Sahal. KH MA Sahal Mahfudh sendiri merupakan salah satu tokoh penting NU yang pernah menjabat sebagai Rais Aam PBNU.

Sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah, Gus Rozin dikenal menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi NU. Ia pernah menyebut NU bukan sekadar kerumunan, melainkan barisan besar yang membutuhkan manajemen administrasi dan jaringan organisasi yang tertib.

Masuknya Gus Rozin menjadi salah satu kejutan dalam proses pencalonan. Ia berada di urutan kedelapan dalam tabulasi awal dengan 155 suara, tetapi masuk lima besar setelah sejumlah nama di atasnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Previous Article 5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Next Article Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional 31 Agustus 2026
5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional 30 Agustus 2026
KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031
Nasional 30 Agustus 2026
Saksikan FFSC 2026, Wakil Wali Kota Maryono Apresiasi Ketangkasan dan Kesiapsiagaan Personel Damkar Kota Tangerang
Bodetabek 30 Agustus 2026
Aset Daerah, Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan
Jakarta 28 Agustus 2026
Pembangunan Rusun Hindari Beban Masyarakat Bertambah
Jakarta 28 Agustus 2026
Warga Apartemen Taman Rasuna Bergejolak, Wibi Andrino Siap Mediasi
Jakarta 28 Agustus 2026
Pencegahan Kebakaran Berbasis Warga, Hasan: APAR Itu Penting
Jakarta 28 Agustus 2026
Puluhan Praktisi Sustainability Studi Banding ke Bogasari Flour Mills Jakarta
Bisnis 28 Agustus 2026
Nasabah Mekaar Studi Banding Gratis, PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro
Bisnis 28 Agustus 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Kunjungi Jateng, Presiden Jokowi Tanam Padi hingga Resmikan Terminal

MTQ Internasional ke-4 Digelar 28 Januari di Jakarta, Diikuti 38 Negara

39 Nama Calon Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas 190 Suara, Syamsul Anwar 182 Suara, Haedar Nashir 175 Suara

Wali Kota Benyamin Davnie Raih Penghargaan Satyalencana Dharma Aditya Karya Mahatva Yodha di Puncak HUT ke-14 Tangsel

Presiden Jokowi: Hampir Semua Negara Gagal Panen, Harga Beras Naik

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might also Like

Nasional

Inilah Kesan Para Perwakilan Paskibraka Provinsi Baru di Indonesia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 16 Agustus 2023
Nasional

Mobilitas Masyarakat saat Nataru Tinggi, Presiden Jokowi Dorong Jajaran Tingkatkan Kewaspadaan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Desember 2022
Nasional

Gabungan Parpol PDI Perjuangan, PPP, Perindo dan Hanura Daftarkan Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud Mahmodin sebagai Capres-Cawapres Peserta Pilpres 2024

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Oktober 2023
Nasional

Presiden Jokowi Anugerahkan Bintang Bhayangkara Nararya kepada 3 Anggota Polri

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Juli 2024
Nasional

Momentum Ramadan, Presiden Prabowo Pererat Kebersamaan dengan Kabinet Merah Putih

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 22 Maret 2025
Nasional

Kemenag & Al Azhar Bahas Perluasan Sinergi Pendidikan dan Kunjungan Grand Syekh

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 Juli 2024
Nasional

Presiden Jokowi Tegaskan Indonesia Masih Kaji Keikutsertaannya Jadi Anggota BRICS

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 24 Agustus 2023
Nasional

Presiden Jokowi Dorong Seluruh Cabang Olahraga Lakukan Pembinaan Sejak Dini

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 13 Januari 2023
Nasional

Presiden Jokowi: Penyusunan RKP Tahun 2025 Harus Seirama, Berorientasi Hasil, dan Tepat Sasaran

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 6 Mei 2024
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account