Wartajakarta.id – Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad mengundurkan diri dari partai yang dibentuknya 2020 lalu, Partai Pejuang Tanah Air atau yang biasa disebut Pejuang. Diduga, Mahathir sudah tidak sejalan dengan putranya, Mukhriz Mahathir, yang saat ini memimpin partai tersebut. Mahathir mundur bersama 12 anggota partai lainnya.
’’Ada beberapa tokoh di Pejuang yang tidak setuju dengan gagasan pembentukan Gerakan Tanah Air (GTA) yang lebih inklusif dan mempersatukan lebih banyak kelompok,’’ ucap mantan Sekjen Pejuang Marzuki Yahya, yang ikut keluar bersama Mahathir.
GTA merupakan koalisi Partai Melayu-Muslim dan organisasi non pemerintah yang didirikan Mahathir. Sebelumnya, Pejuang bergabung dengan GTA. Namun, pada pemilu November lalu, perolehan suara GTA mengenaskan. Tidak berhasil meraih satu kursi pun. Untuk kali pertama dalam 53 tahun, Mahathir kalah di basisnya. Dia bahkan harus kehilangan deposit MYR 10 ribu (Rp 34,4 juta) gara-gara suara yang didapat kurang dari seperdelapan jumlah pemilih di Langkawi.
Pasca kekalahan telak itu, pada Desember 2022 Mahathir mundur sebagai pemimpin Pejuang. Namun, dia masih menjadi anggota partai. Nah, 14 Januari lalu, Pejuang resmi keluar dari GTA. Mahathir tidak terima dengan keputusan yang disepakati dalam rapat umum tahunan partai tersebut.
’’Pejuang menolak GTA itu seperti menolak saya. Itu karena saya di GTA, tapi Pejuang tidak mau bersama kami,’’ kata Mahathir pada Sabtu (11/2).
(jp)