Wartajakarta.id – Presiden Ukraina Volodymr Zelensky telah mengajukan permohonan langsung kepada sekutu negara Barat untuk meminta bantuan tank. Ukraina yakin dengan memiliki tank dapat memukul mundur pasukan Rusia.
Pembicaraan genting tersebut melibatkan puluhan sekutu Barat di Jerman selatan.
Negara-negara AS dan Eropa telah menjanjikan lebih banyak pasokan senjata untuk Ukraina. Jerman sudah berjanji akan mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina, tetapi pada akhir pertemuan janji untuk memasok tank belum dipenuhi. Pengiriman tank masih terganjal perizinan atau ekspor. Jerman belum dapat menjanjikan kapan tank akan dikirim.
“Tidak seorang pun dari kami dapat mengatakan kapan akan ada keputusan untuk tank Leopard dikirim,” kata Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius.
Berbicara setelah pertemuan, Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan dia berharap dapat membangun koalisi untuk mendukung Ukraina. Rekan pertahanan dari Barat lebih dari 50 negara berkumpul di pangkalan udara, sehari setelah beberapa negara menjanjikan lebih banyak peralatan untuk membantu Ukraina melawan Rusia.
Hampir 11 bulan setelah perang Rusia di Ukraina, tokoh militer NATO yakin Moskow merencanakan serangan musim semi baru dengan jumlah pasukan yang lebih masif. Pejabat Barat melihat potensi peluang dalam beberapa minggu mendatang bagi Ukraina untuk memukul mundur pasukan Rusia. Hal itu karena menurut AS, Moskow kekurangan amunisi dan pasukan.
Reaksi Rusia
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa pengiriman tank tidak akan mengubah jalannya konflik, tetapi akan menciptakan lebih banyak masalah bagi Ukraina dan rakyat Ukraina.
Inggris telah mengumumkan akan mengirim 14 tank tempur Challenger 2. Tank Leopard Jerman juga dibutuhkan. Pasokan mereka lebih banyak daripada tank Inggris. Negara-negara Barat berjanji untuk mengirim lebih banyak kendaraan, artileri, dan amunisi untuk mendukung upaya perang Ukraina melawan Rusia.
(jp)