Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Junta Myanmar Diduga Tutup Akses untuk Pangan, Dana, dan informasi
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Junta Myanmar Diduga Tutup Akses untuk Pangan, Dana, dan informasi
Dunia

Junta Myanmar Diduga Tutup Akses untuk Pangan, Dana, dan informasi

Wartajakarta.id 17 Maret 2023
Share
3 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Junta militer diduga berusaha menutup akses ke pangan, dana, dan informasi sebagai hukuman kolektif bagi warga sipil. Hal ini dikatakan Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar Noeleen Heyzer.

Untuk diketahui, Myanmar dilanda kekacauan sejak Februari 2021 ketika militer menggulingkan pemerintahan yang dipimpin peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.

“Pada tahun ketiga, dampak pengambilalihan kekuasaan oleh militer terhadap negara dan rakyat Myanmar sangat menghancurkan,” kata Heyzer kepada Majelis Umum PBB, yang beranggotakan 193 orang, dikutip dari Antara Jumat (17/3).

Dia mengatakan bahwa status darurat militer telah diperluas ke 47 kota dan rezim junta telah menghidupkan kembali undang-undang tahun 1977 yang memungkinkan warga sipil yang dianggap “setia” untuk membawa senjata api.

“Sebuah generasi yang diuntungkan dari keterbukaan Myanmar sebelumnya-terutama kaum muda-sekarang kecewa. Mereka menghadapi kesulitan dan banyak yang merasa mereka tidak punya pilihan selain mengangkat senjata untuk melawan kekuasaan militer,” kata Heyzer.

“Pertempuran hebat telah menyebar ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terpengaruh oleh konflik, menempatkan lebih banyak nyawa warga sipil dalam bahaya dan semakin memperumit operasi kemanusiaan dalam memberikan bantuan penyelamatan jiwa kepada rakyat Myanmar,” tuturnya.

Heyzer juga mengkritisi penangkapan dan penahanan sewenang-wenang yang terus berlanjut terhadap para pemimpin politik yang dipilih secara demokratis, tokoh masyarakat sipil, dan jurnalis.

“Meskipun sangat tidak dilaporkan, tahanan perempuan semakin menghadapi pelecehan dan kekerasan seksual,” ujar dia.

Dia pun memperingatkan bahwa penderitaan manusia akan berlipat ganda dan krisis politik, hak asasi manusia, kemanusiaan, dan sosial ekonomi di Myanmar akan meningkat jika tidak ada tindakan segera.

“Kita harus mengirimkan sinyal kuat bahwa kekerasan harus diakhiri dan dukungan untuk suara-suara demokrasi diperkuat untuk membantu memberdayakan mereka yang mencari jalan menuju masa depan yang damai,” kata Heyzer.

Lebih lanjut, dia juga menyerukan solusi berkelanjutan untuk warga Rohingya.

Lebih dari lima tahun sejak eksodus massal paksa dari Negara Bagian Rakhine, etnis Rohingya dianiaya dan tidak memiliki kewarganegaraan.

Mereka terus mengalami kesulitan yang ekstrem, hidup dalam kondisi yang sulit, dan menghadapi tantangan yang luar biasa.

Pada 2023, PBB mengupayakan 876 juta dolar AS (sekitar Rp13,5 triliun) sebagai bagian dari rencana untuk merespons krisis kemanusiaan Rohingya.

Heyzer meminta komunitas internasional untuk menggandakan dukungan mereka guna penanganan pengungsi Rohingya.

(jp)

Previous Article Indonesia dan Singapura Jalin Memorandum Saling Pengertian (MSP) Kesehatan
Next Article KBRI Ankara: Tak Ada WNI jadi Korban Bencana Banjir di Turki
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas
Nasional 16 Oktober 2026
Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik
Nasional 16 Oktober 2026
Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN
Nasional 15 Oktober 2026
Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Ukraina Terancam, Putin Pamer Rudal Hipersonik Lebih Kuat Ketimbang AS

Laboratorium Nuklir AS Dilaporkan Sedang Diincar Kelompok Hacker Rusia

Polisi Jerman Gagalkan Kudeta Reichsbuerger, 25 Orang Diamankan

Penelitian Sebut 900 Juta Orang Tiongkok Sudah Kena Covid-19

Protes Anti Lockdown Menyebar di Tiongkok, Serukan Xi Jinping Mundur

You Might also Like

Dunia

Presiden Ukraina: Konflik di Wilayah Donetsk Sungguh Mengerikan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 13 November 2022
Dunia

Tiongkok Lockdown Pabrik IPhone Terbesar, Sebagian Pekerja Pilih Kabur

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 4 November 2022
Dunia

Simbol Keberagaman Bentuk Kabinet Seragam, Rishi Sunak Dikritik

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 27 Oktober 2022
Dunia

Obituari Paus Benediktus XVI, Pembela Setia Iman Katolik di Masa Sulit

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 31 Desember 2022
Dunia

Dari Ukraina, Zelensky Serukan Anggota G20 Atasi Krisis Pangan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 15 November 2022
Dunia

Baru Seumur Jagung jadi CEO Twitter, Nyerah, Elon Musk Mau Mundur

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 16 Februari 2023
Dunia

Alec Baldwin akan Dituduh Tak Sengaja Bunuh Orang saat Syuting

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Januari 2023
Dunia

Lautan Manusia Tragedi Itaewon, Korban Selamat Trauma Lihat Orang Mati

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 November 2022
Dunia

AS Ucapkan Selamat Kepada Indonesia Atas Kesuksesan KTT G20 Bali

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Desember 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account