Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Di Utah, di Bawah Usia 18 Tahun, Main Medsos Butuh Izin Orang Tua
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Di Utah, di Bawah Usia 18 Tahun, Main Medsos Butuh Izin Orang Tua
Dunia

Di Utah, di Bawah Usia 18 Tahun, Main Medsos Butuh Izin Orang Tua

Wartajakarta.id 25 Maret 2023
Share
5 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Pertanyaan besar terkait regulasi baru di Utah, Amerika Serikat (AS), yang bakal melarang anak-anak main media sosial (medsos) tanpa seizin orang tua (ortu): bagaimana cara menerapkannya?

Sebab, mengutip CBS News, sebelumnya sudah ada Children’s Online Privacy Protection Act. Regulasi pemerintah federal AS tersebut melarang perusahaan apa saja mengumpulkan data anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun tanpa sepengetahuan.

Berdasar aturan itu pula, anak-anak di bawah usia 13 tahun dilarang melakukan registrasi medsos. Tapi, fakta di lapangan, anak-anak di usia tersebut dengan gampang mengakalinya.

Pada Kamis (23/3), Gubernur Utah Spencer Cox meneken legislasi yang melarang mereka yang di bawah usia 18 tahun menggunakan platform seperti TikTok, Instagram, atau Facebook tanpa seizin orang tua. Legislasi tersebut bakal diterapkan pada Maret 2024. Itu menjadikan Utah negara bagian pertama di negeri adidaya tersebut yang menerapkan aturan itu.

Cox, seperti dikutip dari New York Times, juga meneken peraturan yang melarang perusahaan medsos mengembangkan teknik yang bisa membuat anak-anak kecanduan. Perusahaan medsos, berdasar dua legislasi itu, mengeblok anak-anak di bawah usia 18 tahun menggunakan platform mereka antara pukul 22.30 sampai 06.30 waktu setempat kecuali orang tua memodifikasi setting-an.

Selain itu, perusahaan medsos juga dilarang memasang iklan dengan sasaran anak-anak. Atau mengumpulkan informasi tentang para buyung dan upik atau mengunggah konten yang menarget mereka.

”Kami tak akan biarkan lagi perusahaan media sosial mencederai kesehatan mental anak-anak kami,” kata Cox dalam cuitannya di Twitter, seperti dikutip The Guardian.

Michael McKell, senator yang mewakili negara bagian yang dikenal religius itu, termasuk yang sangat mendukung peraturan tersebut. Dia mengutip data dari Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit yang menyebut efek negatif medsos kepada anak-anak.

”Tiga puluh persen anak-anak kita yang duduk di antara kelas IX sampai XII pernah mempertimbangkan dengan serius untuk bunuh diri,” katanya, seperti dikutip dari AFP.

Legislasi dari Utah itu menambah sorotan kepada perusahaan medsos untuk memverifikasi pengguna mereka. Pada hari yang sama di Washington DC, CEO TikTok Shou Zi Chew juga harus memberikan penjelasan di depan Kongres AS.

Ketua Komite Energi dan Perdagangan DPR Cathy McMorris Rodgers bahkan tegas meminta agar TikTok yang baru saja mencatat 150 juta pengguna di AS dilarang. TikTok kian mendapatkan sorotan setelah belakangan terungkap bahwa aplikasi mereka di Tiongkok, Douyin, materinya jauh berbeda dengan yang berada di negara lain. Douyin justru mengajarkan hal-hal yang mendidik seperti materi tentang ilmu pengetahuan alam dan berbagai hal lainnya. Tidak ada aksi menari dan hal-hal sepele lain.

Dalam sambutan tertulisnya yang dipaparkan di hadapan Kongres, Shou Chew mengungkapkan bahwa induk perusahaan mereka, ByteDance, tidak bekerja untuk pemerintah Tiongkok. TikTok tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional. Warga Singapura itu berjanji menjaga keamanan remaja dan tetap bebas dari pengaruh pemerintah.

Bisa jadi langkah Utah itu akan ditiru sejumlah state atau negara bagian di AS yang dikontrol oleh Republikan. Para legislator di Connecticut dan Ohio, misalnya, tengah memperjuangkan aturan bermain medsos harus seizin orang tua untuk mereka yang berusia di bawah 16 tahun. Arkansas dan Texas juga sedang menggodok aturan pembatasan penggunaan medsos untuk yang berusia di bawah 18 tahun. Texas bahkan berencana melarangnya sama sekali.

Langkah-langkah tersebut juga merupakan bentuk ketidaksabaran red states (negara-negara bagian yang dikuasai Republik) terhadap pembahasan persoalan tersebut di level federal. Republik dan Demokrat terus berdebat yang mengakibatkan pemerintah federal belum mengeluarkan legislasi terkait pembatasan medsos.

Di sisi lain, legislasi seperti di Utah itu juga dikritik sejumlah organisasi dan aktivis pembela hak-hak sipil. Peraturan tersebut, antara lain, dianggap bakal mempersulit akses kelompok marginal untuk mendapatkan dukungan dan informasi.

Nicole Saad Bembridge, associate director di NetChoice, kelompok advokasi teknologi, juga menyebut apa yang dilakukan Utah bisa menempatkan data pribadi warganya dalam bahaya. ”Sebab, mereka bakal segera mengumpulkan informasi sensitif tentang remaja dan keluarga, tidak hanya untuk memverifikasi usia, tapi juga hubungan dengan orang tua, seperti kartu identitas serta akta kelahiran,” katanya.

Cox menyebut pihaknya sudah bersiap kalau dua legislasi tadi bakal digugat di pengadilan. Dia bersiteguh bahwa kedua legislasi yang dia teken didasarkan pada kajian mendalam. Salah satu hasil kajian itu, lanjut dia, memperlihatkan bahwa waktu yang digunakan untuk bermedsos menyebabkan terganggunya kondisi kesehatan mental anak-anak.

(jp)

Previous Article Pemerintah Siapkan Kebijakan Antisipasi Mudik Idulfitri 1444 H/2023 M
Next Article Usai Serang Syria, AS Tegaskan Tak Ingin Perluas Konflik dengan Iran
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Kumpulkan Data User Tanpa Izin, Apple Dituntut Ganti Rugi ke Konsumen

Thailand Tak Terapkan Karantina Ketat Pada Pendatang Dari Tiongkok

Pemain Tim Sepak Bola Asal Palestina Tewas Diberondong Tentara Israel

Antar Anak Sekolah ke Osaka, Musa Rajekshah: Belajar Disiplin dari Orang Jepang

Korban Tewas Penembakan di Kampus Michigan Bertambah, Termasuk Pelaku

You Might also Like

Dunia

Varian Virus XBB Picu Lonjakan Covid-19 di Singapura hingga 2 Kali Lipat

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Oktober 2022
Dunia

Rumah Duka di Shanghai Diisukan Kewalahan Kremasi Jenazah

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Januari 2023
Dunia

Tur ke AS, Akankah Kate Middleton Bertemu Meghan Markle?

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Desember 2022
Dunia

Angka Anak Kecanduan Video Game di Jepang Naik, Para Orang Tua Resah

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 14 Desember 2022
Dunia

Dalih Optimasi Bisnis, Xiaomi PHK Ribuan Pegawai

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 21 Desember 2022
Dunia

Soal Tragedi Itaewon, Polisi Akui Ada Kesalahan Pengamanan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 November 2022
Dunia

Balenciaga Batal Gugat Produser USD 25 Juta Soal Iklan Pelecehan Anak

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 5 Desember 2022
Dunia

Masyarakat Sumbar di Qatar Gelar Pameran Budaya Minang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 16 Februari 2023
Dunia

Sebanyak 123 WNI di Wilayah Gempa Turki Berhasil Dievakuasi, 1 Tewas

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 8 Februari 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account