Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Ahli Waspadai Munculnya Varian Baru Dampak Ledakan Covid di Tiongkok
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Ahli Waspadai Munculnya Varian Baru Dampak Ledakan Covid di Tiongkok
Dunia

Ahli Waspadai Munculnya Varian Baru Dampak Ledakan Covid di Tiongkok

Wartajakarta.id 26 Januari 2023
Share
3 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Covid-19 varian Omicron belum berhenti bermutasi. Terakhir yang menyebabkan lonjakan kasus di AS dan Tiongkok adalah varian BF.7 dan XBB.1.5. Pengawasan genom sangat penting untuk melacak varian yang menjadi perhatian berikutnya, meski kini sejumlah negara mulai mengurangi tes dan melakukan surveilans. Padahal, kasus ledakan Covid di Tiongkok dapat memunculkan risiko varian baru.

Masyarakat Tiongkok mendapatkan kekebalan alami saat ini jika terinfeksi Covid selain dari vaksinasi. Tetap penting untuk melacak varian, namun para ilmuwan mempertanyakan seberapa cepat varian berikutnya akan terdeteksi karena banyak negara menghentikan upaya pengawasan.

Ketika Tiongkok tiba-tiba mencabut kebijakan nol-Covid pada Desember 2022, ledakan kasus muncul. Mungkinkah memicu varian baru?

“Dalam keadaan seperti itu, kemunculan varian baru yang berbahaya tidak mungkin terjadi,” kata ahli epidemiologi Jodie McVernon di Doherty Institute di Melbourne, Australia seperti dilansir dari Nature, Kamis (26/1).

Hanya saja, para ahli tetap waspada. Tiongkok misalnya. Negara itu meningkatkan upaya untuk memantau varian yang beredar dalam populasinya.

Tiongkok telah mengumumkan rencana untuk mendapatkan 3 rumah sakit masing-masing dari 31 provinsi untuk mengurutkan secara genetik sampel virus yang dikumpulkan dari 15 pasien rawat jalan, 10 orang dengan Covid-19 parah, dan sebagian populasi yang meninggal karena Covid-19 setiap minggu.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Eropa juga telah meminta negara-negara Eropa untuk melakukan pengujian acak terhadap pelancong dari Tiongkok, dan mengurutkan virus dari semua sampel positif, sehingga varian yang muncul dapat dideteksi. Negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Australia, juga telah menerapkan langkah-langkah pengawasan bagi para pelancong dari Tiongkok.

Melacak Virus

Negara-negara terus melacak varian dengan mengurutkan proporsi infeksi yang diketahui dan membagikan urutan tersebut di repositori publik seperti GISAID. Sejumlah negara mendeteksi varian baru yang mungkin menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Virus yang dikumpulkan dari orang dengan gangguan kekebalan, yang dapat menyimpan infeksi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, juga diurutkan. Infeksi yang berkepanjangan dapat menimbulkan mutasi virus yang lebih berat.

“Sebagian besar negara juga mengurutkan sampel virus yang representatif dari seluruh komunitas,” kata Vitali Sintchenko, seorang ahli mikrobiologi di University of Sydney di Australia

Dalam sebuah penelitian yang dia tulis bersama, para peneliti menyimpulkan bahwa negara-negara harus mengurutkan 0,5 persen kasus Covid-19 dan membagikan data tersebut dalam waktu 21 hari setelah pengumpulan sampel. Itu akan memberi mereka kemungkinan 34 persen untuk mendeteksi varian baru sebelum menginfeksi 100 orang.

Tantangannya, orang-orang semakin memilih untuk melakukan tes mandiri, menggunakan tes antigen cepat, atau tidak melakukan tes sama sekali. Itu berarti deteksi varian baru semakin sulit.

(jp)

Previous Article Pembatasan Covid-19 Dilonggarkan, Kunjungan Turis ke Thailand Melonjak
Next Article Komunitas Yahudi Swedia Sebut Izin Membakar Alquran Kesalahan Besar
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Ukraina Minta Rusia Dikeluarkan dari Keanggotaan G20

Zelensky Ingin Bertemu Xi Jinping, Bahas Perdamaian Ukraina-Rusia

Joe Biden dan Xi Jinping akan Bertemu untuk Pertama Kalinya di Bali

Jutaan Warga Prancis Turun ke Jalan, Tolak Usia Pensiun jadi 64 Tahun

WNI di Malaysia Sampaikan Harapan Kepada PM Anwar Ibrahim

You Might also Like

Dunia

Peru Chaos Tuntut Presiden Mundur, Status Darurat 30 Hari Diberlakukan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 16 Januari 2023
Dunia

Rishi Sunak Kini jadi PM Inggris, Putra Imigran yang Galak soal Imigrasi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 26 Oktober 2022
Dunia

Bertemu Xi Jinping, Joe Biden Bakal Bahas Taiwan dan Nuklir Korut

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 14 November 2022
Dunia

Militer Ukraina Tembak Jatuh 13 Drone Peledak yang Diluncurkan Rusia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Maret 2023
Dunia

Rusia Tuding Amerika Lakukan Perang de Facto

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 23 Desember 2022
Dunia

Pelancong Indonesia Hanya Perlu Tes Antigen untuk Pergi ke Tiongkok

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Maret 2023
Dunia

Pemilihan Ketua DPR AS Kacau, Republik Pecah Suara soal Sekutu Trump

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 5 Januari 2023
Dunia

Sebanyak 953 Bangunan Palestina Dihancurkan Israel Selama 2022

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 29 Maret 2023
Dunia

Jadi CEO Twitter, Elon Musk Bubarkan Dewan Direksi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 November 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account