Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Buntut Kematian Mahsa Amini, Iran Terdepak dari Komisi Perempuan
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Buntut Kematian Mahsa Amini, Iran Terdepak dari Komisi Perempuan
Dunia

Buntut Kematian Mahsa Amini, Iran Terdepak dari Komisi Perempuan

Wartajakarta.id 16 Desember 2022
Share
3 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Iran tak lagi menjadi anggota Komisi Status Perempuan PBB (UNCSW). Hasil voting Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) pada Rabu (14/12) mencabut keanggotaan Teheran dari UNCSW. Hasilnya, 29 negara mendukung, 16 abstain, dan 8 menolak.

ECOSOC adalah lembaga yang memilih 45 negara yang bisa menjadi anggota UNCSW. Keanggotaan Negeri Para Mullah itu dicabut untuk periode 2022–2026. Sejak UNCSW dibentuk, ini kali pertama mereka mencabut keanggotaan.

Usul pencabutan itu diinisiasi oleh Amerika Serikat. Pertimbangannya, pelanggaran HAM terhadap perempuan yang dilakukan Iran dan memicu protes berkepanjangan hingga kini. Iran dirasa tidak layak menjadi anggota lembaga yang didedikasikan untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Iran beserta sekutunya, Rusia dan Tiongkok, menolak. Namun, di UNCSW tidak ada hak veto. Suara mayoritas jadi penentu. Negara seperti India memilih abstain.

’’Kepemimpinan Iran terus melemahkan dan menindas hak asasi perempuan dan anak perempuan, termasuk hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat, sering kali dengan penggunaan kekuatan yang berlebihan,’’ bunyi penggalan resolusi yang mengeluarkan Iran dari UNCSW.

Resolusi itu juga memaparkan penggunaan kekuatan mematikan oleh pemerintah Iran yang mengakibatkan kematian para pengunjuk rasa yang melakukan aksi damai. Termasuk di dalamnya korban perempuan dan anak perempuan.

Aksi turun ke jalan di Iran terjadi sejak 16 September lalu ketika Mahsa Amini tewas saat ditahan oleh polisi moral Iran. Dia ditangkap karena dirasa tidak memakai hijab sesuai aturan. Seorang perempuan yang ditangkap bersama Amini mengaku melihatnya dipukuli oleh petugas.

Sejak saat itu, pemerintah Iran menangkap ribuan demonstran. Dua di antaranya sudah dihukum mati. Pekan ini sekitar 400 orang lainnya dijatuhi hukuman hingga 10 tahun penjara.

Keputusan voting itu disambut baik oleh para pejuang HAM. Salah satunya lembaga HAM Iran yang berbasis di Washington, Abdorrahman Boroumand Center. ’’Perempuan Iran telah didengar,’’ cuit Roya Boroumand, salah seorang pendiri Abdorrahman Boroumand Center.

Di sisi lain, pengamat PBB menilai inisiatif pengeluaran Iran itu memicu ketidakpuasan di antara para diplomat. Itu termasuk sekutu AS. Mereka merasa tak punya pilihan selain mendukungnya.

Iran tentu saja berang dengan keputusan tersebut. Mereka menuduh AS menekan negara-negara lain menjelang voting. ’’Menghapus anggota resmi komisi adalah kebohongan politik yang mendiskreditkan organisasi internasional ini. Juga, menciptakan prosedur sepihak untuk penyalahgunaan lembaga internasional di masa depan,’’ ujar Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanani, Kamis (15/12).

Di sisi lain, Komite Kredensial Majelis Umum PBB telah menangguhkan permintaan junta militer Myanmar. Yakni, agar duta besar Myanmar untuk PBB diganti oleh pejabat versi junta militer. Posisi itu dipegang Kyaw Moe Tun. Dia ditunjuk oleh pemerintahan sipil yang dipimpin Aung San Suu Kyi sebelum Myanmar dikudeta militer pada Februari 2021. Keputusan itu berarti Kyaw Moe Tun tetap memegang jabatannya di PBB.

(jp)

Previous Article BUMD DKI Jakarta Kembali Salurkan Bantuan Gempa Cianjur  
Next Article Terjadi Ledakan di Kiev, Diduga Berasal dari Drone Buatan Iran
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Indonesia Serukan Perdamaian Merespons Jatuhnya Rudal di Polandia

Korsel, Tiongkok, dan Jepang Dorong Penduduknya untuk Punya Anak

Jokowi Tegaskan ASEAN Atasi Konflik Myanmar dengan Lima Konsensus

Ayah di Tiongkok: Kebijakan Nol Covid Telah Membuat Anak Saya Mati

Intelijen AS: Perang Rusia-Ukraina Bakal Melambat Selama Musim Dingin

You Might also Like

Dunia

Korut Tembakkan Dua Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Jepang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 23 Desember 2022
Dunia

Jumlah Eksekusi Mati di Arab Saudi Meningkat, Rata-Rata 129 Per Tahun

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 Februari 2023
Dunia

Eks Pemain Newcastle-Chelsea Dilaporkan Hilang usai Gempa di Turki

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Februari 2023
Dunia

Zelensky Sindir Rusia, Sebut G19, Minta Invasi ke Ukraina Dihentikan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 15 November 2022
Dunia

Comeback Spektakuler! PERSIB Tumbangkan Selangor FC 3-2 di Malaysia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 November 2025
Dunia

WNI di Malaysia Sampaikan Harapan Kepada PM Anwar Ibrahim

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 25 November 2022
Dunia

Soal Ancaman Pembunuhan Band Radja, Begini Kata Menteri Malaysia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 14 Maret 2023
Dunia

Akibat Gempa, Banyak Situs Warisan Dunia di Syria dan Turki Hancur

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 9 Februari 2023
Dunia

Biden Mau Bicara dengan Putin Jika Rusia Hentikan Serangan ke Ukraina

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Desember 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account