Wartajakarta.id – Bukan kembang api, melainkan ledakan terjadi di langit Ukraina pada malam Tahun Baru 2023. Ledakan rudal menghantam Kyiv, Ukraina. Pejabat menuding Rusia sebagai dalangnya.
“Gelombang rudal Rusia telah menghantam kota-kota di seluruh Ukraina,” kata para pejabat seperti dilansir dari BBC, Senin (2/1).
Walikota Kyiv Vitaly Klitschko mengatakan telah terjadi beberapa ledakan di ibu kota, menyebabkan sedikitnya 1 orang tewas. Sebuah hotel juga telah rusak.
Serangan itu terjadi dua hari setelah Rusia melakukan salah satu serangan udara terbesar sejak awal perang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sudah memprediksi Rusia dapat melancarkan lebih banyak serangan untuk membuat warga Ukraina merayakan Tahun Baru dalam kegelapan.
Ukraina mengatakan Rusia telah menargetkan sektor energi Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, menghancurkan pembangkit listrik dan membekukan warga negara itu dalam suasana listrik padam. Ukraina merasakan perayaan yang berbeda tahun ini.
“Para penjajah telah memutuskan untuk merusak hari kami,” kata Gubernur Mykolaiv Vitaly Kim di Facebook.
Kepala angkatan bersenjata Ukraina, Valerii Zaluzhny, mengatakan pertahanan udara telah menembak jatuh 12 dari 20 rudal jelajah Rusia. Meski begitu, warga bergegas ke tempat perlindungan saat sirene serangan udara berbunyi.
Petugas darurat dikirim ke beberapa distrik yang terkena ledakan. “Sekitar 20 orang terluka di Kyiv, termasuk seorang jurnalis Jepang,” kata Klitschko.
Wakil kepala staf kepresidenan Kyrylo Tymoshenko mengatakan di Telegram bahwa sebuah hotel telah rusak. Di kota barat Khmelnytskyi, serangan drone melukai dua orang.
Reaksi Zelensky
Dalam pidato Tahun Baru, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia yang berdaulat, mandiri dan aman. Ia menegaskan semua rakyat Rusia harus berjuang.
Tetapi Presiden Zelensky menanggapi dengan pesannya sendiri kepada orang Rusia dalam bahasa Rusia. “Pemimpin Anda ingin menunjukkan kepada Anda bahwa dia memimpin dari depan, dan militernya ada di belakangnya,” katanya.
“Tapi sebenarnya dia bersembunyi. Dia bersembunyi di belakangmu, dan dia membakar negaramu dan masa depanmu. Tidak ada yang akan memaafkanmu karena teror,” tukas Zelensky
(jp)