Wartajakarta.id – Invasi Rusia dan Ukraina tak hanya berdampak pada militer, pun warga sipil. Bahkan, anak-anak tak berdosa harus menjadi korban. Selama perang, Ukraina mengatakan 329 anak hilang sejak awal invasi, sementara 12.034 telah dideportasi ke Rusia.
Kantor Kejaksaan Ukraina mengatakan 329 anak saat ini dianggap hilang di Ukraina. Dalam sebuah pernyataan yang di-posting ke Telegram, dikatakan data anak yang terkena dampak per 28 November 2022 sebanyak 329 hilang, 12.034 dideportasi, dan 7.819 ditemukan.
Angka tersebut belum final karena masih harus diverifikasi. Dan ada pula wilayah Ukraina yang diduduki dan dibebaskan.
Menurut portal pemerintah Ukraina, 440 anak tewas akibat perang Rusia dan 851 anak sekarang dilaporkan terluka. Kantor kejaksaan melaporkan total 1.291 anak menjadi korban.
Jumlah anak-anak yang menjadi korban terbesar berada di wilayah Donetsk, Kharkiv, dan Kiev. Belum ada angka-angka perhitungan secara independen.
Data UNHCR, antara 24 Februari dan 13 November 2022, diperkirakan 810.836 warga Ukraina memasuki Republik Moldova sebagai pengungsi (menurut data Inspektorat Jenderal Polisi Perbatasan). Selama periode ini, sejumlah besar orang mengungsi ke negara-negara Eropa lainnya, sekitar 95.963 pengungsi dari Ukraina mencari perlindungan di Republik Moldova.
(jp)