Kasus Covid-19 di Singapura tiba-tiba melonjak lagi akibat munculnya subvarian Omicron bernama XBB. Lonjakan kasus bahkan mencapai 2 kali lipat. Pada Selasa (18/10), ada lebih dari 11.934 kasus baru Covid-19 di Singapura. Angka itu lebih dari dua kali lipat dibanding Senin (17/10) yakni 5.196 kasus baru.
Ada 661 pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di rumah sakit, naik dari 490 pasien dari seminggu yang lalu. Dari jumlah tersebut, 58 pasien membutuhkan suplementasi oksigen dan 14 berada di Unit Perawatan Intensif.
Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan bahwa jumlah Covid-19 terbaru tidak jauh lebih tinggi dari seminggu yang lalu. Pihaknya akan terus memantau gelombang epidemi dengan cermat.
“Jumlah cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan sisa minggu itu karena mencerminkan lonjakan infeksi setelah akhir pekan, ketika lebih banyak orang keluar rumah. Dan orang cenderung menunda pergi ke dokter sampai akhir pekan,” katanya.
“Mudah-mudahan kita dekat atau di puncak gelombang,” tulisnya di Facebook.
Singapura saat ini mengalami gelombang infeksi yang didorong oleh varian XBB, subvarian Omicron. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan pada konferensi pers bahwa gelombang diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 15.000 kasus harian sekitar pertengahan November.
Kemenkes Singapura telah mendesak lansia dan orang-orang dengan gangguan kekebalan untuk terus mengenakan masker di lingkungan dalam ruangan yang ramai. Anggota masyarakat juga tidak boleh pergi ke unit gawat darurat rumah sakit, kecuali jika mereka memiliki kondisi darurat.
Untuk meringankan beban klinik dokter umum dan poliklinik, pengusaha diimbau untuk tidak memerlukan surat keterangan kesehatan dari karyawan yang telah swauji positif Covid-19 atau memiliki gejala ISPA. Ada juga 5 kematian yang dilaporkan. Singapura telah mencatat total 2.029.195 kasus Covid-19, dan 1.651 kematian.
(jp)