Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Fakta Baru Tragedi Itaewon, Polisi Datang Terlambat, Hanya 5 Personel
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Fakta Baru Tragedi Itaewon, Polisi Datang Terlambat, Hanya 5 Personel
Dunia

Fakta Baru Tragedi Itaewon, Polisi Datang Terlambat, Hanya 5 Personel

Wartajakarta.id 7 November 2022
Share
5 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Satu per satu fakta terkait tragedi perayaan Halloween di Itaewon, Korsel, terungkap. Polisi baru tiba di lokasi kejadian 85 menit pascainsiden pada Sabtu (29/10) malam itu. Tim dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul (SMPA) yang dikerahkan juga minim, hanya lima orang.

Berdasar data yang disampaikan SMPA kepada tokoh oposisi Partai Demokrat Lee Tae-won , Minggu (6/11), terungkap bahwa polisi baru tiba di lokasi pukul 23.40. Padahal, panggilan pertama ke saluran darurat polisi 112 yang menyatakan ada kasus orang berdesakan hingga terinjak di Itaewon tercatat pukul 22.15. Saat itu mereka ditugaskan Kepala Kantor Polisi Yongsan Lee Im-jae. Dia kini diberhentikan sementara dari jabatannya.

Tim penyelidik independen mengungkapkan bahwa Im-jae sedang makan malam dengan beberapa polisi lainnya ketika diberi tahu tentang situasi di Itaewon pukul 21.30. Dia tiba di kantor cabang kepolisian Noksapyeong sekitar pukul 22.00. Dari kantor polisi tersebut ke lokasi kejadian hanya sekitar 10 menit jalan kaki. Namun, Im-jae bersikukuh naik mobil dan tiba pukul 23.05 alias 50 menit setelah kejadian. Mobilnya mengambil jalan memutar dari stasiun kereta bawah tanah untuk mendekati tempat kejadian.

Dilansir The Korea Times, Kepala Polisi SMPA Kim Kwang-ho baru mendapatkan pengarahan dari Im-jae pukul 23.36. Karena itulah, penugasan tim pertama baru dilakukan pukul 23.40. Tujuh unit lainnya datang berturut-turut hingga Minggu (30/10) pukul 01.12 dini hari.

Tim independen saat ini juga menyelidiki dugaan penghapusan data laporan internal di Kantor Polisi Yongsan. Data itu terkait kemungkinan insiden keselamatan selama periode perayaan Halloween.

Sebelum tragedi Itaewon, peristiwa tenggelamnya kapal feri Sewol pada 2014 juga memunculkan korban dalam jumlah besar. Sebanyak 299 awak kapal tewas. Setelah insiden tersebut, dibuat jaringan komunikasi yang diberi nama jejaring keamanan Korea pada 2021.

Pemerintah mengucurkan KRW 1,5 miliar (Rp 16,8 miliar) untuk membuat jaringan tunggal yang memungkinkan komunikasi real time alias saat itu juga antara delapan lembaga terkait bencana. Di antaranya, polisi, pemadam kebakaran, militer, dan badan pemerintah lainnya. Tujuannya, mengoordinasikan respons cepat untuk kecelakaan dan bencana.

’’Secara teknis, setiap agensi yang termasuk dalam jaringan dapat melakukan panggilan telepon dengan menekan sebuah tombol, tetapi sistem tersebut tidak digunakan dengan baik kali ini,’’ ujar Kim Seong-ho, salah seorang pejabat senior di Kementerian Dalam Negeri Korsel.

Panggilan pertama ke 112 yang meminta polisi untuk mengendalikan kerumunan di Itaewon mulai masuk pada pukul 18.34. Total ada 11 panggilan. Namun, panggilan pertama melalui jejaring keamanan Korea baru dilakukan pukul 23.41.

’’Sangat disesalkan bahwa sistem yang efisien seperti itu tidak digunakan secara efektif pada saat bencana. Harus ada investigasi atas hal ini,’’ ujar Menteri Koordinasi Kebijakan Pemerintah Bang Moon-kyu.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengklaim bahwa polisi tidak memberikan respons yang cukup dalam menangani situasi darurat. Padahal, mereka sudah menelepon 15 kali ke Badan Kepolisian Nasional (NPA), SMPA, dan Kantor Polisi Yongsan sejak pukul 22.18. Mereka meminta lebih banyak polisi yang dikerahkan ke Itaewon. Namun, aparat penegak hukum tidak segera merespons.

Para petinggi polisi sedang tidak siap ketika insiden terjadi. Jika Im-jae sedang makan-makan, Komisioner NPA Yoon Hee-keun sedang berada di area perkemahan Jecheon yang berjarak 120 kilometer dari Seoul. Dia memang sedang tidak bertugas dan ketiduran. Dia sulit dihubungi dan baru merespons telepon pukul 00.14 keesokan harinya. Inspektur Ryu Mi-jin yang bertanggung jawab atas ruang pemantauan situasi SMPA pada saat kejadian juga tidak berada di tempat.

Terpisah, pada Sabtu (5/11) malam, ribuan penduduk Korsel menggelar aksi damai di dekat Balai Kota Seoul. Itu dilakukan untuk memperingati meninggalnya 156 orang dalam tragedi di Itaewon. Para pemimpin Kristen dan Buddha berbicara di atas panggung menuntut Presiden Yoon Suk-yeol mundur.

’’Ini seharusnya bisa dicegah, tapi negara tidak hadir di sana. Mereka seharusnya bisa diselamatkan, Yoon Suk-yeol harus bertanggung jawab,’’ ujar massa dalam aksi serupa di lokasi lain seperti dikutip The Guardian.

(jp)

Previous Article AS-Korsel Gelar Latihan Militer, Korut Geram, Ancam Tindakan Tegas
Next Article Posbindu Kelurahan Munjul Terima Penghargaan dari Kemenkes
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Sudah Dioperasi, Jeremy ‘Hawkeye’ Renner Disebut Masih Alami Trauma

Tiongkok Buka Perbatasan, tapi Visa Masih Terbatas

Turki Lanjutkan Pembicaraan dengan Rusia-Ukraina untuk Akhiri Perang

Antar Anak Sekolah ke Osaka, Musa Rajekshah: Belajar Disiplin dari Orang Jepang

Drone Tempur Israel Mampu Bawa 1 Ton Bom, Begini Detailnya

You Might also Like

Dunia

Lagi, Serangan Rudal Tewaskan 10 Warga Sipil di Ukraina, 20 Terluka

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 29 Januari 2023
Dunia

Kaleidoskop: Invasi Rusia ke Ukraina yang Belum Ada Tanda Berakhir

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Desember 2022
Dunia

Korsel Sebut Mantan Menlu Korut Ri Yong-ho Telah Disingkirkan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 6 Januari 2023
Dunia

Tiongkok Umumkan Anggaran Pertahanan 2023 Sebesar Rp 3,4 Kuadraliun

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 5 Maret 2023
Dunia

Negara Lain Menolak, Thailand Sambut Turis Tiongkok Secara Meriah

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 11 Januari 2023
Dunia

Puji Rakyat Ukraina, Raja Charles: Keberanian Mereka Luar Biasa

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 25 Februari 2023
Dunia

Ukraina, Pelanduk di Tengah Rivalitas Dua Gajah

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 23 Februari 2023
Dunia

Insiden Pembakaran Alquran, Swedia Buka Peluang Dialog dengan Turki

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 25 Januari 2023
Dunia

Suara Turis Asing Soal KUHP Baru, Berpikir 2 Kali Datang ke Indonesia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 9 Desember 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account