Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: FKIP Gelar Visiting Lecturer: Jawab Tantangan Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Nasional > FKIP Gelar Visiting Lecturer: Jawab Tantangan Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Nasional

FKIP Gelar Visiting Lecturer: Jawab Tantangan Pemerataan Pendidikan di Tanah Air

Wartajakarta.id 5 Agustus 2023
Share
8 Min Read
SHARE

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka (FKIP UT) berkomitmen penuh untuk mengembangkan kualitas pengajarnya dengan memperluas sumber pengetahuan yang didapat melalui berbagai langkah. Salah satunya adalah dengan menggelar Visiting Lecturer untuk memberikan paparan serta berbagi ilmu pengetahuan di bidang ilmu pendidikan dan keguruan. Pada 4 Agustus 2023, FKIP UT mengundang Prof. Thomas Luschei, Ph.D., seorang profesor pada School of Education Study Claremont Graduate University, California, Amerika Serikat. Beliau pun telah memiliki segudang pengalaman dan berbagai penelitian besar di bidang pendidikan dan keguruan.

Acara Visiting Lecturer ini diselenggarakan di Wisma 1 Lantai 2 Kantor Pusat Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, serta disiarkan langsung melalui Zoom Meeting dan Youtube UT-TV. Dengan mengangkat tema “Equitable Access to High Quality Teachers: Bridging the Gap in Inclusive Education”, acara ini turut dihadiri oleh Dekan FKIP Prof. Dr. Ucu Rahayu, M.Sc., para Wakil Dekan FKIP, serta para dosen dan civitas akademika UT lainnya. Acara pun dibuka dengan sambutan oleh Dekan FKIP.

Prof. Ucu menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kesediaan Prof. Thomas sebagai pembicara utama pada acara ini. Beliau menyampaikan bahwa FKIP UT diberikan mandat oleh pemerintah untuk meningkatkan kualifikasi pengajar di Tanah Air. Selain itu, FKIP memiliki misi meningkatkan kualitas sistem pendidikan dan menyediakan kebutuhan bagi para pengajar, serta memperluas akses unuk pendidikan tinggi ke seluruh pelosok negeri, dan melakukan riset penelitian sekaligus menyebarluaskan ilmu di bidang pendidikan dan keguruan.

Prof. Ucu pun berharap agar Prof. Thomas dapat memberikan pencerahan dan ilmu baru yang aktual sesuai dengan perkembangan ilmu pendidikan di taraf global, khususnya di bidang pemerataan akses terhadap pengajar berkualitas tinggi. “Semoga forum ini memberikan kami semua pengalaman berharga dan mampu membuka kesempatan luas untuk melakukan riset dan kerja sama kolaboratif dengan para pakar di bidang internasional,” tegas Prof. Ucu.

Selanjutnya, Prof. Thomas Luschei dalam paparannya menyampaikan bahwa pada dasarnya, kajian yang dilakukan berangkat dari pertanyaan: siapa saja siswa yang memiliki akses terhadap pengajar berkualitas, dan apakah akses ini dapat dirasakan semua siswa dengan latar belakang populasi dan lokasi berbeda? Penelitiannya yang berawal dari negaranya sendiri, Amerika Serikat, serta disandingkan dengan studi komparasi secara internasional untuk mendapatkan data yang holistik. Secara garis besar, ada 3 (tiga) poin yang Prof. Thomas sampaikan.

Pertama, pentingnya peran pengajar dan kualitas pengajar. Menurutnya, perbedaan keberhasilan siswa-siswa dapat dilatarbelakangi oleh berbagai faktor seperti kemampuan dan perilakunya, latar belakang keluarga dan lingkungan hidupnya. Namun faktor terbesar bagi seorang siswa adalah pengaruh pengajar dan kualitas pengajar tersebut di sekolah. Beliau pun menyampaikan beberapa bukti data terkait seberapa besar pengaruh kualitas pengajar bagi siswanya. Berdasarkan data tersebut, siswa dapat berkembang jauh lebih pesat ketika memiliki pengajar yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Namun, menurutnya, belum banyak penelitian yang dapat menentukan bagaimana seharusnya kualitas yang dimiliki seorang pengajar.

Kedua, permasalahan penyebaran pengajar dan ketidakmerataan akses terhadap pengajar berkualitas. Menurutnya, penyebaran pengajar berkualitas terjadi di berbagai belahan dunia. Masalah utama hal ini adalah, pada kebanyakan kasus, pengajar dengan kualitas tinggi lebih memilih mengajar di sekolah atau institusi pendidikan yang juga sudah memiliki siswa berkualitas tinggi, atau setidaknya, pengajar berkualitas tinggi secara umum akan mengajar siswa-siswa yang sudah memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas. Siswa-siswa ini datang dari keluarga dengan status sosio-ekonomi tinggi, dan para pengajar di sekolahnya pun diseleksi dengan ketat sehingga para siswa ini diajari oleh pengajar-pengajar terbaik. Hal ini secara struktural terjadi begitu saja di berbagai negara, sehingga gap atau ketimpangan antara daerah kota dan desa semakin besar. Di kota besar, siswa dengan status ekonomi tinggi diajarkan oleh pengajar berkualitas, sedangkan di desa, siswa dengan status ekonomi dan pendidikan rendah akan diajarkan oleh pengajar dengan pengalaman dan kualitas minim.

Prof. Thomas menyampaikan pandangan dan hasil temuannya terkait ketidakmerataan ini. Menurutnya, hal ini terjadi pula akibat keinginan para pengajar untuk bekerja di tempat dan kondisi yang nyaman, sehingga seluruh pengajar akan memilih mengajar di area perkotaan. Selain itu, pada beberapa negara, terdapat sistem kompetisi di mana seorang pengajar dengan skor tes terbaik dapat memilih di sekolah mana dirinya ingin bekerja, sehingga para pengajar berlomba-lomba memilih sekolah terbaik di area perkotaan.

Selanjutnya, profesor lulusan magister dan doktoral di Stanford University ini menyampaikan bahwa berdasarkan penelitiannya, Korea Selatan merupakan salah satu negara yang mampu mengatasi masalah pemerataan ini. Cara yang dilakukan Korea Selatan adalah dengan: (1) keseragaman pada kualitas pengajar, sehingga baik perkotaan maupun pedesaan memiliki pengajar berkualitas sama, (2) sistem yang mewajibkan pengajar agar berpindah tempat mengajar (rotasi) setiap 5 tahun sekali, sehingga seluruh sekolah dapat merasakan pengalaman diajarkan oleh pengajar berkualitas tinggi, (3) pemberian insentif tinggi bagi pengajar yang ingin mengajar siswa kurang beruntung, baik secara lokasi, sosial, ekonomi, maupun faktor lainnya. Prof. Thomas pun menghimbau agar kebijakan yang tersentralisasi dapat membantu pemerataan kualitas pengajar, sehingga tidak semua pengajar berfokus pada area perkotaan, tetapi juga pedesaan. Terakhir, menurutnya, pengembangan sarana dan prasarana di area pedesaan juga dapat membantu menarik minat para pengajar untuk bersedia mengajar di area pedesaan.

Ketiga, terkait menjembatani ketimpangan demi pendidikan yang inklusif. “Sustainable Development Goal (SDG) PBB Nomor 4 adalah memastikan pendidikan yang berkualitas, merata, dan inklusif serta mempromosikan pembelajaran sepanjang hayat bagi semua manusia”, ujar Prof. Thomas. Pria yang akrab disapa Tom ini menyatakan bahwa pada 20 negara, tidak ada satu pun wanita dengan status ekonomi rendah dan tinggal di pedesaan yang lulus sekolah menengah. Berdasarkan penelitiannya, di area pedesaan di berbagai negara hanya memiliki pengajar laki-laki dengan pengalaman rendah dan kualifikasi rendah pula. “Hal ini meresahkan bagi siswa perempuan, karena mereka tidak memiliki role model perempuan yang berpendidikan selama mereka bersekolah,” ujarnya.

Terakhir, Beliau menghimbau agar pengertian pendidikan inklusif harus diperluas, yaitu mencakup semua identitas, latar belakang, gender, status sosio-ekonomi, dan seluruh tingkat kecerdasan. Beliau pun meyakini bahwa penerapan Universal Design for Learning (UDL) menjadi solusinya. UDL merupakan sebuah aturan prinsip dalam pengembangan kurikulum yang dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa, termasuk siswa dengan disabilitas. Tujuan penerapan UDL adalah memastikan agar sistem inklusif dapat memenuhi potensi setiap siswa. Seluruh siswa harus memiliki akses yang sama terhadap sumber pengetahuan dengan kurikulum yang fleksibel dan relevan.

Acara pun diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pemberian cinderamata serta sertifikat penghargaan. Kehadiran Prof. Thomas pada acara Visiting Lecturer ini memberikan banyak sekali ilmu bagi UT. Beliau dan penelitiannya di bidang pemerataan pendidikan semakin meyakinkan UT bahwa segala komitmen dan langkah yang UT ambil telah berada pada koridornya untuk semakin melaju menjawab tantangan pemerataan tersebut. Acara ini pun menjadi bukti nyata UT dalam lebih mengelevasikan lagi wawasannya, untuk memperoleh ilmu lebih dalam lagi agar UT dapat berkontribusi besar bagi Indonesia untuk menyebarluaskan pendidikan tinggi berkualitas ke seluruh pelosok negeri. (ut)

Previous Article Presiden Jokowi Tegaskan Pemilihan Penjabat Kepala Daerah Akuntabel dan Transparan
Next Article Korlantas Polri Uji Coba Praktik Lintasan dan Luncurkan Buku Ujian SIM Terbaru
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Presiden Jokowi Ajak G20 Tingkatkan Kesetaraan Kapasitas Kesehatan Global

Kunjungi Stadion Si Jalak Harupat, Presiden Jokowi Cek Kesiapan untuk Piala Dunia U-17

Hari Ini, Presiden Jokowi Tinjau SMK di Semarang hingga Buka Kongres Nasional KMHDI di Palu

Presiden Jokowi Resmikan Gedung Olahraga Indonesia Arena

Teddy Indra Wijaya: Presiden Prabowo Subianto Diundang Presiden Putin ke Rusia

You Might also Like

Nasional

Polri Siapkan 6.182 Personel untuk Amankan KTT ASEAN Ke-43 di Jakarta

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 September 2023
Nasional

Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi Warga Terdampak Banjir Rob di Muara Angke, Jakarta Utara

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 November 2024
Nasional

Zikir dan Doa Kebangsaan 78 Tahun Indonesia Merdeka, Presiden Jokowi: Mari Terus Rawat Kerukunan Bangsa

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 Agustus 2023
Nasional

Uji Coba Tim U-20 Indonesia Vs Thailand dan Uzbekistan, PSSI Ingin Suporter Penuhi Stadion

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 25 Januari 2024
Nasional

Puncak Perayaan Imlek Nasional Tahun 2023, Presiden Apresiasi Budaya Gotong Royong Masyarakat Indonesia Hadapi Pandemi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 30 Januari 2023
Nasional

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas Persiapan Mudik Lebaran Tahun 2023

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 11 April 2023
Nasional

Indonesia-Australia Tegaskan Komitmen Kemitraan Strategis untuk Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 15 Mei 2025
Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Pamulang Tangsel-Cinere-Raya Bogor

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 8 Januari 2024
Nasional

Presiden Jokowi akan Bertemu Presiden Marcos Jr

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 10 Januari 2024
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account