Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) bersiap memberikan penjelasan resmi terkait kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan komunikasi di lingkungan Istana Kepresidenan.
Agenda konferensi pers tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/11/2026) sore hingga menjelang malam melalui Divisi Humas Polri.
Hingga pukul 19.15 WIB, sejumlah petugas masih melakukan persiapan di lokasi yang akan digunakan untuk konferensi pers.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan untuk menjawab berbagai pertanyaan awak media mengenai perkembangan isu yang tengah menjadi perhatian publik.
“Nanti berkaitan sama konteks, berkaitan sama dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” kata Isir.
Isu Penyadapan Seret Nama Sejumlah Pejabat
Perhatian publik tertuju pada kabar dugaan operasi internal Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri terhadap sejumlah personel yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyadapan komunikasi rahasia pejabat negara.
Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah perwira tinggi Polri diamankan dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Nama mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), turut muncul dalam spekulasi yang berkembang.
Selain Listyo Sigit, Kadivkum Polri Irjen Pol Ahrie Sonta juga disebut-sebut berkaitan dengan kabar pemeriksaan sejumlah pejabat kepolisian.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Mabes Polri mengenai kebenaran informasi tersebut, termasuk dugaan keterlibatan maupun status pemeriksaan nama-nama yang beredar.
Polri Belum Memastikan Kabar Penangkapan
Menjelang konferensi pers, Johnny Eddizon Isir belum memberikan kepastian mengenai jumlah personel yang dikabarkan diamankan maupun identitas pejabat yang disebut menjalani pemeriksaan.
Ia menyampaikan bahwa informasi yang berkembang masih perlu didalami dan meminta awak media menunggu penjelasan lebih lanjut dari Divisi Humas Polri.
Pernyataan tersebut belum dapat dimaknai sebagai pembenaran atas kabar penangkapan ataupun bantahan terhadap dugaan penyadapan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra juga mengaku belum mengetahui secara pasti peristiwa yang tengah ramai diperbincangkan tersebut.
Yusril meminta masyarakat menunggu keterangan dari pejabat berwenang agar persoalan ini dapat dijelaskan berdasarkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keamanan Istana Menjadi Perhatian
Beredarnya isu penyadapan di lingkungan Ring 1 Istana Kepresidenan turut memunculkan perhatian terhadap sistem pengamanan komunikasi dan informasi di pusat pemerintahan.
Apabila dugaan tersebut terbukti, persoalan ini berpotensi menyangkut aspek keamanan negara, perlindungan informasi strategis, hingga pengawasan internal terhadap aparat penegak hukum.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang memastikan adanya praktik penyadapan maupun hubungan antara dugaan tersebut dengan kabar pemeriksaan sejumlah personel Polri.
Publik kini menantikan penjelasan Mabes Polri untuk mengetahui kronologi, substansi persoalan, serta status sebenarnya dari para pejabat yang namanya muncul dalam informasi yang beredar.
Hingga Selasa (3/11/2026) malam, Polri telah menjanjikan penyampaian keterangan resmi melalui Divisi Humas. Namun, kepastian mengenai kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi dan dugaan penyadapan masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian.



