Wartajakarta.id – Sejak kehadirannya di pertemuan G20 Bali, Presiden Tiongkok Xi Jinping terus menjadi sorotan. Setelah G20, Xi Jinping terbang menghadiri KTT para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bangkok. Di sana, Xi mengucapkan pernyataan tajam untuk semua pemimpin negara Asia-Pasifik.
Xi Jinping menekankan perlunya menolak konfrontasi di Asia. Ia memperingatkan terhadap risiko ketegangan perang dingin, saat para pemimpin berkumpul untuk tiga KTT dunia terakhir yang diselenggarakan di wilayah tersebut bulan ini.
Xi telah menggunakan KTT para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Bangkok untuk membuat citra Tiongkok dikenal sebagai penggerak persatuan regional. Namun, Xi tidak menyebutkan negara manapun.
“Kawasan Asia-Pasifik adalah halaman belakang siapa pun dan tidak boleh menjadi arena kontes kekuatan besar,” kata Xi.
Xi juga memperingatkan jangan ada upaya untuk mengganggu atau membongkar rantai pasokan industri.
“Unilateralisme dan proteksionisme harus ditolak oleh semua. Setiap upaya untuk mempolitisasi dan mempersenjatai hubungan ekonomi dan perdagangan juga harus ditolak oleh semua,” kata Xi.
“Tidak ada upaya untuk mengobarkan perang dingin baru yang akan diizinkan oleh rakyat atau zaman kita,” tambah Xi Jinping.
Xi Jinping memberikan nada yang lebih lembut dalam pidato terpisah kepada para pemimpin APEC pada Jumat (18/11) pagi saat acara berlangsung. Ia menyerukan stabilitas, perdamaian, dan pengembangan tatanan dunia yang lebih adil.
Sejak pertemuannya dengan Presiden AS Joe Biden di Bali, Xi saat ini belum bicara banyak soal hubungannya dengan Taiwan atau perang Rusia-Ukraina. Hubungannya dengan AS dan Taiwan terakhir sempat tegang saat Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taiwan.
Tiongkok kemudian menggelar latihan perang dengan menembakkan beberapa rudal ke perairan di sekitar pulau yang berpemerintahan sendiri itu. Beijing mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya, meski tidak pernah menguasainya, dan menangguhkan sejumlah dialog dengan AS selama kunjungan tersebut.
Ketegangan AS-Tiongkok sedikit mereda setelah pertemuan penting antara Xi dan Presiden AS Joe Biden di Bali dalam KTT G20.
(jp)