Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Ukraina, Pelanduk di Tengah Rivalitas Dua Gajah
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Ukraina, Pelanduk di Tengah Rivalitas Dua Gajah
Dunia

Ukraina, Pelanduk di Tengah Rivalitas Dua Gajah

Wartajakarta.id 23 Februari 2023
Share
8 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Perang Rusia-Ukraina telah tepat setahun berlangsung pada Jumat (24/2). Namun, belum terlihat tanda-tanda konflik bersenjata yang telah memakan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak itu akan segera berakhir.

Alih-alih berharap angin perdamaian segera berembus, Amerika Serikat justru terus memanas-manasi Rusia melalui keputusan bantuan keuangan dan alat utama sistem senjata kepada Ukraina. Ditambah perjalanan mengejutkan Presiden Joe Biden ke Kiev pada Senin (20/2).

Kunjungan rahasia yang menurut laporan media dunia dimaksudkan Gedung Putih untuk mempermalukan Rusia dan dilakukan 4 hari menjelang peringatan setahun invasi Rusia ke Ukraina, Dianggap enteng Presiden Vladimir Putin. Pejabat pemerintah dan media Rusia bahkan menyebut aksi Biden tersebut menunjukkan realitas bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky adalah “pelayan” Amerika dan awal kampanye dirinya untuk bisa kembali terpilih dalam Pemilu 2024.

Terlepas dari pro-kontra kunjungan rahasia Biden ke Kiev menjelang peringatan setahun Perang Rusia-Ukraina, hasrat Putin untuk menjatuhkan rezim Zelensky yang sangat pro-AS, Uni Eropa, dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melalui operasi militer khusus yang telah digelarnya sejak 24 Februari 2022 itu, belum menunjukkan hasil.

Sebaliknya, ada satu hal yang pasti. Perang yang terus berkecamuk itu telah membuat banyak warga sipil Ukraina dipaksa hidup dalam keterbatasan pasokan listrik dan gas akibat kerusakan infrastruktur energi negaranya yang terkena gempuran mesin-mesin perang Rusia. Tak hanya itu. Tak sedikit dari mereka yang kehilangan sanak saudara yang tewas di medan tempur atau akibat dampak perang lainnya. Sejatinya, Ukraina seperti pelanduk yang terjebak dalam rivalitas dua gajah.

Rivalitas Langgeng AS-Rusia

Tulisan ini mengurai tentang rivalitas langgeng AS dan sekutunya di Eropa dengan Rusia sebagai pewaris kebesaran Uni Soviet, negara komunis pemenang Perang Dunia II bersama dengan AS, Inggris, dan Prancis melawan Nazi Jerman. Eksistensi Uni Soviet yang menjadi lokomotif Blok Timur dan Pakta Warsawa selama era Perang Dingin dalam menghadapi blok kapitalis AS dan NATO ini telah terkubur dalam sejarah dunia seiring dengan keruntuhannya pada akhir 1991.

Tanda-tanda kemunduran Uni Soviet yang memuncak pada keruntuhannya itu sebenarnya sudah terlihat pada paruh 1980-an. Menurut catatan BBC (2019), negara adidaya berhaluan komunis beranggotakan Rusia, Ukraina, Belarusia, Georgia, Armenia, Uzbekistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, Tajikistan, Moldova, Estonia, Lithuania, dan Latvia yang selama Perang Dingin menjadi musuh ideologis Blok Kapitalis Barat ini menghadapi masalah ekonomi akut dan ketahanan pangan yang rapuh.

Kondisi sulit ini kemudian diperparah dengan terjadinya ledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl di Ukraina pada April 1986. Media Inggris, BBC (2019), bahkan menyebut peristiwa Chernobyl itu sebagai “momen simbolis dalam keruntuhan Blok Komunis”.

Setahun sebelum bencana PLTN Chernobyl itu terjadi, Mikhail Sergeyevich Gorbachev memegang kendali kekuasaan di Kremlin. Menyadari adanya kebutuhan untuk melakukan demokratisasi dalam sistem politik dan desentralisasi perekonomian negaranya, sekjen Partai Komunis dan Presiden Uni Soviet kelahiran Privolnoye, Stavropol kray, Rusia, 2 Maret 1931 ini lalu memperkenalkan kebijakan reformasi “glasnost” (keterbukaan) dan “perestroika” (restrukturisasi).

Seiring berjalannya waktu, kebijakan Gorbachev ini terbukti gagal memperbaiki kondisi negaranya. Alih-alih berhasil, tanda-tanda akhir bagi Uni Soviet justru semakin terlihat dari peristiwa demi peristiwa yang terjadi setelahnya.

Puncaknya adalah keruntuhan Tembok Berlin di Republik Demokratik Jerman, negara yang selama era Perang Dingin dijadikan Uni Soviet pijakannya di Eropa Barat. Keruntuhan tembok yang dibangun pada 1961 sebagai “tirai besi” yang memisahkan Blok Timur yang komunis dan Blok Barat yang kapitalis demokratis pada 9 November 1989 itu menjadi awal dari kehancuran Komunisme di Eropa Timur dan Tengah.

Betapa tidak, sekitar 2 tahun setelah peristiwa bersejarah di Jerman Timur itu, di tengah krisis yang dihadapi Uni Soviet dan sekutunya, terjadi perpecahan di dalam tubuh Pakta Warsawa. Akibatnya, aliansi pertahanan yang dibentuk Uni Soviet dan beberapa negara mitranya di Kota Warsawa, Polandia, pada 14 Mei 1955 itu pun resmi bubar pada 1 Juli 1991.

Pembubaran Pakta Pertahanan Blok Timur yang beranggotakan Uni Soviet, Albania (mundur dari keanggotaan pada 1968), Bulgaria, Czechoslovakia, Jerman Timur (mundur dari keanggotaan pada 1990), Hungaria, Polandia, dan Rumania ini tidak lantas diikuti oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Alih-alih membubarkan diri, payung keamanan kolektif Blok Barat yang dibentuk AS bersama Kanada dan beberapa negara Eropa Barat di Washington D.C. pada 4 April 1949 guna merespons bahaya Uni Soviet selama Perang Dingin ini justru tetap kokoh berdiri. Bahkan, NATO berupaya memperluas keanggotaannya.

Di antara negara-negara bekas Uni Soviet dan Pakta Warsawa yang telah bergabung dengan NATO adalah Rumania, Hungaria, Estonia, Bulgaria, dan Polandia. Bergabungnya negara-negara tersebut ke NATO belum sampai membuat Kremlin naik pitam dan mengambil keputusan ekstrem.

NATO dan Pelanduk

Namun, situasinya dipandang berbeda oleh Rusia setelah NATO membidik Ukraina. Kemitraan Ukraina dengan NATO semakin menguat sekitar setahun setelah Presiden Volodymyr Zelensky berkuasa.

Hal ini setidaknya dapat dilihat dari pemberian status “mitra peluang yang ditingkatkan” (EOP) oleh NATO kepada Ukraina pada 12 Juni 2020 (RFE/RL, 2020). NATO memberikan status tersebut setelah Kiev menunjukkan komitmennya terhadap keamanan Euro-Atlantik.

Menurut Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL), status EOP yang juga diberikan NATO kepada Australia, Finlandia, Georgia, Yordania, dan Swedia ini merupakan bagian dari inisiatif NATO untuk mempertahankan dan memperdalam kerja sama antara Sekutu dan mitra yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap operasi dan misi yang dipimpin NATO. Dalam konteks ini, Ukraina, misalnya, pernah menyediakan pasukannya untuk operasi Sekutu di Afghanistan dan Kosovo, serta untuk Pasukan Respons NATO dan latihan NATO.

Rusia sendiri sudah lama bicara blak-blakan tentang hubungannya dengan NATO bahwa Ukraina tidak akan pernah selamanya menjadi anggota pakta pertahanan Blok Barat itu. Moskow juga menuduh negara-negara NATO sengaja “memompa” Ukraina dengan persenjataan dan Amerika Serikat memanas-manasi suasana. Kondisi ini membuat Putin tidak tinggal diam (Paul Kirby, BBC News, 2022).

Kemitraan Ukraina yang menguat dengan NATO pada masa kepemimpinan Presiden Zelensky ini membuat hubungan Kiev dengan Moskow panas dingin. Krisis kepercayaan dalam hubungan bilateral kedua negara serumpun ini memuncak pada 2022 ditandai dengan keputusan Presiden Vladimir Putin menggelar apa yang disebutnya operasi militer khusus di Ukraina.

Keputusan Putin itu menyegarkan kembali memori rakyat Ukraina dan publik internasional tentang operasi militer Kremlin delapan tahun sebelumnya yang berakhir dengan aneksasi Krimea.

Pertarungan ideologis AS dan sekutunya dengan Uni Soviet, yang dimenangi Blok Kapitalis, telah lama usai. Namun, berakhirnya perang dingin itu tak serta-merta meredakan rivalitas AS dan Rusia selaku pewaris kebesaran masa lalu Uni Soviet dan sahabat dekat Tiongkok. Realitas ini terlihat dalam Perang Ukraina yang tampak dimanfaatkan AS sebagai arena perang proksinya untuk melemahkan Rusia dan memenuhi ambisi geopolitiknya. Dalam konteks ini, Ukraina tak lebih dari sekadar “pelanduk” di tengah rivalitas “dua gajah”.

(jp)

Previous Article Korsel, Tiongkok, dan Jepang Dorong Penduduknya untuk Punya Anak
Next Article Sekjen PBB: Permukiman Israel di Palestina Ilegal, Harus Dihentikan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Turki Diguncang Gempa, KBRI Ankara Minta Kerabat WNI Tetap Tenang

Populasi Menyusut, Perempuan Urban Tiongkok Pilih Karir Ketimbang Anak

Tuntut Kenaikan Gaji, Ribuan Pegawai di Inggris Mogok Kerja

WNI di Malaysia Sampaikan Harapan Kepada PM Anwar Ibrahim

Respons Kabar Ancaman Iran, AS Siagakan Pesawat Tempur di Arab Saudi

You Might also Like

Dunia

Pangeran Harry Ungkapkan Keinginan Akur Lagi dengan Ayah dan Kakaknya

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 Januari 2023
Dunia

Pembalasan Tiongkok soal Pembatasan Warganya Kini Dirasakan Jepang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 11 Januari 2023
Dunia

Xi Jinping Klaim Capai Kemakmuran Bersama, Pakar Sebut Kemunduran

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 18 Oktober 2022
Dunia

Satu Tahun Invasi Rusia, Infrastruktur Hancur, Ukraina Terbelit Utang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 24 Februari 2023
Dunia

AS Larang Pegawai Federal Main TikTok, Telanjur Diunduh Harus Dihapus

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Maret 2023
Dunia

Jenazah WNI Korban Gempa Turki Dipulangkan ke Indonesia 22 Februari

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 20 Februari 2023
Dunia

Kasus yang Menjerat Donald Trump jadi Bumerang bagi Joe Biden

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 13 Januari 2023
Dunia

Perundungan Online Berakhir dengan Kematian Marak di Tiongkok

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 Maret 2023
Dunia

Pesawat Tempur Rusia Jatuh dan Terbakar, 13 Tewas Termasuk Anak-Anak

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 19 Oktober 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account