Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: GKB-NU: Board of Peace Harus Jadi Instrumen Perdamaian Multilateral, Bukan Legitimasi Sepihak Israel
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > GKB-NU: Board of Peace Harus Jadi Instrumen Perdamaian Multilateral, Bukan Legitimasi Sepihak Israel
Dunia

GKB-NU: Board of Peace Harus Jadi Instrumen Perdamaian Multilateral, Bukan Legitimasi Sepihak Israel

Wartajakarta.id 26 Januari 2026
Share
5 Min Read
SHARE

Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menilai keterlibatan Indonesia sebagai anggota pendiri Board of Peace—inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat untuk rehabilitasi Gaza dan perdamaian Palestina—sebagai langkah strategis yang sarat peluang sekaligus risiko geopolitik.

Daftar Isi
Indonesia di Simpul Multilateralisme GlobalRisiko Menjadi Legitimasi Status QuoMenjadi Jembatan, Bukan Bagian BlokPeran Strategis NU dan Ormas Islam

 

 

 

 

Inisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, menegaskan bahwa Board of Peace tidak dapat dilepaskan dari konfigurasi politik global yang lebih luas, khususnya relasinya dengan Abraham Accords.

 

 

 

 

“Board of Peace pada dasarnya adalah ekstensi dari Abraham Accords, yang dirancang untuk membangun normalisasi diplomatik, ekonomi, teknologi, dan pertahanan antara Israel dan negara-negara Arab. Dalam konteks strategis, ini memberi jaminan keamanan bagi eksistensi Israel di hadapan Dunia Arab dan Dunia Islam,” ujar Hery dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

 

 

 

 

Indonesia di Simpul Multilateralisme Global

 

 

 

 

Meski demikian, GKB-NU menyambut baik langkah Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia masuk dalam forum elite tersebut. Menurut Hery, langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta dalam mewujudkan perdamaian dunia.

 

 

 

 

“Di tengah krisis besar kapitalisme global dan melemahnya tata dunia lama, multilateralisme menjadi satu-satunya jalan rasional. Keikutsertaan Indonesia memberi peluang strategis untuk menyuarakan kepentingan nasional sekaligus aspirasi Global South dan negara-negara Muslim yang selama ini termarjinalkan dalam sistem dunia,” jelasnya.

 

 

 

 

GKB-NU menilai kehadiran Indonesia di Board of Peace tidak seharusnya bersifat simbolik atau sekadar menyampaikan rekomendasi moral, melainkan harus menjadi momentum tindakan nyata.

 

 

 

 

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi stempel legitimasi. Keanggotaan ini harus menjadi ruang bertindak untuk memperjuangkan suara-suara yang selama ini tidak didengar,” tegas Hery.

 

 

 

 

Risiko Menjadi Legitimasi Status Quo

 

 

 

 

GKB-NU mengingatkan adanya bahaya serius jika Board of Peace hanya berfungsi sebagai instrumen untuk mengamankan eksistensi Israel tanpa komitmen nyata terhadap Negara Palestina Merdeka.

 

 

 

 

“Rebuilding dan rehabilitasi Gaza tidak boleh dilepaskan dari kerangka Two-State Solution sesuai Oslo Accords 1993. Tanpa itu, Board of Peace berisiko menjadi jeda konflik semu sebelum perang yang lebih besar di masa depan,” kata Hery.

 

 

 

 

Menurut GKB-NU, keterlibatan warga Gaza dan Palestina secara langsung dalam seluruh proses adalah syarat mutlak bagi legitimasi dan keberlanjutan Board of Peace.

 

 

 

 

Menjadi Jembatan, Bukan Bagian Blok

 

 

 

Dalam lanskap geopolitik global yang terbelah antara Blok Kemapanan (Establishment Bloc) dan Blok Perlawanan (Resistance Bloc), GKB-NU menegaskan Indonesia harus memainkan peran unik.

 

 

 

 

“Indonesia tidak boleh terjebak dalam politik blok. Justru keanggotaan dalam Board of Peace harus dimanfaatkan untuk menjadi jembatan historis antara dua kutub konflik tersebut,” ujar Hery.

 

 

 

 

Peran Strategis NU dan Ormas Islam

 

 

 

 

GKB-NU juga menekankan bahwa ke depan, NU dan ormas Islam akan menjadi sandaran politik dan moral yang krusial bagi kebijakan luar negeri Indonesia terkait Palestina-Israel.

 

 

 

 

Bahkan, jika dinamika global menuntut pembahasan sensitif seperti pengakuan resmi terhadap Israel, GKB-NU menilai dialog antara Pemerintah dan NU menjadi keniscayaan.

 

 

 

 

“Komitmen NU terhadap Negara Palestina Merdeka bersifat final dan mengikat. Namun jika perdamaian dengan Israel adalah jalan menuju kemerdekaan Palestina, maka mekanisme dan framework-nya harus disepakati dan dijalankan secara konsisten,” kata Hery, mengutip kaidah fikih al-amru bi syai’ amrun bi wasailihi.

 

 

 

 

Hery menegaskan bahwa pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan momentum 100 tahun Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 2026. GKB-NU berharap NU dapat memainkan peran historis sebagai jembatan perdamaian, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di panggung dunia multipolar.

 

 

 

 

“Di usia satu abad, NU dituntut hadir sebagai kekuatan moral global—penjaga keadilan, penyeimbang geopolitik, dan juru damai umat manusia,” pungkas Hery.

Previous Article Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama: Board of Peace Harus Jadi Instrumen Perdamaian Multilateral, Bukan Legitimasi Sepihak Israel
Next Article Gerakan Kebangkitan Baru NU Yakin Prabowo Subianto Mampu Warnai Board of Peace
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Bantuan untuk Korban Gempa Mengalir Deras, Turki Berterima Kasih

AS Bakal Kirim 50 Tank Pembunuh ke Kiev, Perang Rusia-Ukraina Memanas

Museum Anpanman Jepang Bangkitkan Nostalgia Generasi 90-an

Penembakan di Kampus Michigan AS, 1 Orang Dikabarkan Tewas, 5 Luka

Kerusakan Infrastruktur Akibat Perang di Ukraina capai Rp 2 Kuadriliun

You Might also Like

Dunia

Simbol Keberagaman Bentuk Kabinet Seragam, Rishi Sunak Dikritik

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 27 Oktober 2022
Dunia

Buntut Ledakan Bom Jembatan Krimea, 8 Orang Dibekuk, Ada Warga Rusia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 14 Oktober 2022
Dunia

Hubungan Turki-Swedia Memburuk, Diperparah Aksi Pembakaran Alquran

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 Februari 2023
Dunia

AS Umumkan Sanksi Baru untuk Rusia dan Dipastikan Lebih Berat

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 25 Februari 2023
Dunia

Tiongkok Kenang Li Wenliang, Dokter Pertama yang Peringatkan Covid-19

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 11 Desember 2022
Dunia

Usai Insiden Pembakaran Alquran, Hubungan Turki dan Swedia Memanas

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 23 Januari 2023
Dunia

XBB dan BQ.1.1 Dominan Picu Gelombang Baru Covid-19, Ini Gejalanya

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 November 2022
Dunia

Ukraina Buat Hotline I Want to Live untuk Selamatkan Tentara Rusia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Desember 2022
Dunia

Misteri Balon Udara Tiongkok yang Dinarasikan oleh AS untuk Spionase

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 10 Februari 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account