Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Penyakit Demam Kuning Melanda Afrika, Ketahui Gejala dan Pengobatannya
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Penyakit Demam Kuning Melanda Afrika, Ketahui Gejala dan Pengobatannya
Dunia

Penyakit Demam Kuning Melanda Afrika, Ketahui Gejala dan Pengobatannya

Wartajakarta.id 8 Januari 2023
Share
3 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Afrika menjadi wilayah sasaran wabah demam kuning (yellow fever). Dari awal tahun 2021 hingga akhir tahun 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan 203 kasus demam kuning yang dikonfirmasi dan 252 kemungkinan dari 13 negara di Afrika, dengan 40 kematian.

Penyakit apakah demam kuning itu?

Demam kuning adalah penyakit virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Faktor risiko penyebaran penyakit dan menjadi lebih luas termasuk kekebalan yang rendah dalam populasi, orang yang berpindah-pindah, cara penularan virus, dan faktor lingkungan yang memungkinkan nyamuk Aedes berkembang biak.

Negara-negara tersebut adalah Kamerun, Republik Afrika Tengah, Chad, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Ghana, Kenya, Niger, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Uganda. Empat dari negara ini adalah kasus baru yang dilaporkan, sementara 8 lainnya memiliki transmisi yang masih berlangsung dari tahun sebelumnya.

Dilansir dari Science Times, Minggu (8/1), penyakit ini dapat memiliki berbagai gejala, termasuk demam, nyeri otot dan punggung, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan mual atau muntah. Dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat berlanjut ke tahap yang lebih parah dengan gejala seperti demam tinggi, sakit perut, muntah, sakit kuning, dan urin berwarna gelap, yang dapat disebabkan oleh gagal hati dan ginjal. Pendarahan dari berbagai bagian tubuh juga bisa terjadi.

Gejala dan Diagnosis

Penyakit ini bisa mematikan, dengan tingkat kematian sekitar 50 persen bagi mereka yang memiliki gejala parah.

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus demam kuning tidak akan memiliki gejala atau gejala ringan dan sembuh total. Penyakit ini biasanya dimulai 3 sampai 6 hari setelah infeksi bagi mereka yang mengalami gejala.

Gejala awal mungkin termasuk demam tiba-tiba, menggigil, sakit kepala parah, sakit punggung, nyeri tubuh, mual, muntah, kelelahan, dan kelemahan. Penting untuk dicatat bahwa sementara kebanyakan orang yang terinfeksi virus akan memiliki gejala ringan atau tanpa gejala, sebagian kecil kasus dapat berlanjut ke tahap yang lebih parah dengan gejala yang berpotensi mengancam jiwa.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk demam kuning, jadi fokus utamanya adalah memberikan perawatan suportif untuk mengelola gejala. Termasuk banyak istirahat, minum cairan agar tetap terhidrasi, dan menggunakan pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen (Tylenol) untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri tubuh. Penting untuk menghindari minum obat tertentu, seperti aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau naproxen, karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Pencegahan

Untungnya, demam kuning dapat dicegah melalui vaksinasi. Satu dosis vaksin memberikan kekebalan yang berkelanjutan dan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit.

Ini efektif dalam 10 hari untuk kebanyakan orang yang menerimanya dan dalam 30 hari untuk hampir semua orang yang menerimanya. Tidak diperlukan dosis penguat.

Cara paling efektif untuk mencegah demam kuning adalah melalui vaksinasi. Dosis tunggal vaksin demam kuning memberikan kekebalan yang berkelanjutan dan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit ini.

(jp)

Previous Article Kecemasan Wali Murid di Virginia Dengar Kabar Seorang Guru Tertembak
Next Article Keburu Ditangkap, Pria Iran Diduga Rencanakan Serangan Teror Bom Kimia
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Turidi Susanto Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersama ISDMI
Bodetabek 26 Agustus 2026
Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut
Bisnis Jakarta Jakarta Utara 25 Agustus 2026
Sekda Herman Suwarman Ajak Pegawai Semarakkan Maulid Nabi Bersama Masyarakat
Bodetabek 24 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Nasional 21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Nasional 21 Agustus 2026
Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional 21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional
Nasional 12 Agustus 2026
Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri
Hukum 12 Agustus 2026
Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba
Hukum 11 Agustus 2026
Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter
Hukum 11 Agustus 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Putra Sulung Airin Tuntaskan Program MBA di Columbia Business School Amerika Serikat

Perang Dagang AS-Tiongkok Bisa Naikkan Harga Smartphone, Kok Bisa?

Masyarakat Sumbar di Qatar Gelar Pameran Budaya Minang

Hujan Salju Hebat Landa Jepang, 8 Orang Tewas

G20 Bali Resmi Berakhir, India Bakal Pimpin Presidensi Tahun Depan

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might also Like

Dunia

Berwarna Hijau Usai Diguyur Hujan, Gunung di Makkah Mendadak Viral 

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 10 Januari 2023
Dunia

Kabinet Anwar Ibrahim Setuju Gaji Menteri Dipotong 20 Persen

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 5 Desember 2022
Dunia

Rudal Hantam Polandia, Biden Sangkal Ditembakkan dari Rusia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 16 November 2022
Dunia

UNICEF Sebut 7 Juta Anak Terdampak Gempa Turki-Syria

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 15 Februari 2023
Dunia

Developer Takut Masuk Penjara, Pengacara Robot AI Batal Ikut Sidang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 Januari 2023
Dunia

Anwar Ibrahim Diminta Tak Pandang Bulu dalam Memberantas Korupsi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 3 Januari 2023
Dunia

PM Malaysia Anwar Ibrahim Larang Politikus Berkhotbah di Masjid

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 8 Maret 2023
Dunia

Penerus Mao Zedong, Posisi Xi Jinping Presiden 3 Periode Makin Menguat

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 17 Oktober 2022
Dunia

Para Raja Melayu Bertemu Raja Malaysia Bahas Perdana Menteri Baru

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 24 November 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account