Pemandangan beton sisa proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, tinggal kenangan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan memotong dan merapikan seluruh tiang tersebut.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menyambut baik langkah pemerintah provinsi.
Ia menilai, ketiadaan tiang-tiang tersebut harus menjadi titik awal transformasi koridor Kuningan menjadi kawasan yang lebih estetik dan fungsional.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino. (dok.DDJP)
Wibi menekankan, penataan ulang tidak boleh sekadar memuluskan aspal bagi kendaraan bermotor. Mendorong konsep pembangunan yang lebih ‘manusiawi’ dengan rincian aspirasi.
“Fokus utamanya bukan hanya kelancaran kendaraan,” ujar Wibi dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, penataan itu juga harus terfokus pada kualitas ruang publik. Mulai dari trotoar yang lebih lebar dan ramah disabilitas.
Termasuk jalur sepeda yang aman, penambahan ruang hijau dan peneduh, hingga pencahayaan serta sistem drainase yang baik.
Sebagai salah satu pusat bisnis utama di Jakarta, lanjut politisi Partai NasDem itu, kawasan Rasuna Said merupakan wajah ibukota di mata internasional.
“Rasuna Said adalah etalase kawasan bisnis Jakarta,” ucap Wibi.
Karena itu, penataan kawasan harus mencerminkan kota global yang nyaman, tertib, dan berorientasi pada pejalan kaki serta transportasi publik.



