Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Semakin Menggeliat, Kawasan Industri Terpadu Batang Mulai Menampakkan Hasil
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Nasional > Semakin Menggeliat, Kawasan Industri Terpadu Batang Mulai Menampakkan Hasil
Nasional

Semakin Menggeliat, Kawasan Industri Terpadu Batang Mulai Menampakkan Hasil

Wartajakarta.id 7 Agustus 2024
Share
5 Min Read
SHARE

Sesuai yang dijadwalkan pemerintah, mulai semester I-2024, pembangunan Fase I Klaster I Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), mulai menampakkan hasil.

Setidaknya ada dua momentum di KIT Batang yang menandai menggeliatnya pusat industri di bagian barat Jateng tersebut. Kawasan itu diproyeksikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi Jateng maupun investasi secara nasional serta menciptakan daya saing ekonomi di region Asia Tenggara.

Kedua momentum itu terjadi ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek Fase I Klaster I KIT Batang pada Jumat (26/7/2024). Momentum pertama, yang menandai beroperasinya investor yang ada di kawasan industri itu, Presiden melepas ekspor perdana 16 ribu pasang sepatu merek Hoka ke Amerika Serikat dari KIT Batang. Sepatu-sepatu tersebut diproduksi oleh PT Yih Quan Footwear Indonesia, sebuah perusahaan alas kaki terkemuka asal Taiwan yang baru saja memulai investasi pertamanya di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa opersional pabrik Yih Quan Footwear Indonesia di KIT Batang merupakan langkah penting bagi Lai Yih Group setelah 20 tahun berinvestasi di Vietnam. Saat ini, investasi Lai Yih Group di Batang mencapai triliunan rupiah dan menjadikannya sebagai investasi padat karya pertama di kawasan industri tersebut.

“Investasi Lai Yih Group di KIT Batang ini senilai Rp1,7 triliun merupakan investasi padat karya pertama di KIT Batang yang mampu nantinya akan menyerap kurang lebih 13 ribu pekerja/karyawan, termasuk tenaga kerja konstruksi,” ucap Presiden.

Momentum kedua adalah peresmian pengaliran gas bumi pertama kali ke KIT Batang yang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Pembukaan valve untuk mengalirkan gas bumi untuk produsen kaca PT KCC Glass asal Korea Selatan di Batang, Jawa Tengah, dilakukan Jumat (26/7/2024).

Adapun gas yang mengalir tersebut bersumber dari Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Wilayah Kerja Blora dan Long Term Plan Wilayah Kerja Cepu (Lapangan Cendana-Alas Tua) dan Wilayah Kerja Tuban (Lapangan Sumber-2) yang melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap 1 Ruas Semarang-Batang.

Seperti dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, disebutkan bahwa dengan memanfaatkan infrastruktur pipa gas Cisem, benefit yang akan didapatkan industri adalah harga gas akan lebih terjangkau dengan toll fee pengangkutan gas yang lebih rendah. Selain itu akan memenuhi kebutuhan gas dalam negeri untuk industri, pembangkit listrik, komersil, dan rumah tangga.

Instalasi pipa gas Cisem ini merupakan salah satu dari sarana infrastruktur utama dari KIT Batang, selain jaringan listrik, suplai air baku, pelabuhan dry port, pengelolaan limbah, hingga rumah susun pekerja.

KIT Batang yang berada di Kabupaten Batang in i memiliki luas sekitar 4.300 hektare (ha). Berbagai fasilitas juga telah ditawarkan untuk para calon investor, termasuk jaringan gas pipa transmisi yang telah dibangun sejak 2023 dan sudah mulai beroperasi pada tahun ini.

Pembangunan KIT Batang sendiri difokuskan pada pembangunan klaster 1 seluas 3.100 ha yang dibagi menjadi tiga fase. Pembangunan fase 1 seluas 450 ha telah selesai untuk infrastruktur dasar di dalam kawasan.

Dengan perkiraan total investasi mencapai Rp165 triliun, seluruh area pada fase 1 ini telah terisi tenant baik investor asing dan domestik, di antaranya dari Korea Selatan, Taiwan, Belanda, dan Inggris. Fokus pengembangan industri pada fase 1 ini, di antaranya, kimia, otomotif, tekstil, logistik, teknologi informasi dan komunikasi,  serta teknologi canggih.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebutkan, saat ini realisasi nilai investasi dari 18 perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, mencapai Rp13,34 triliun. Seluruh perusahaan tersebut telah menyerap sedikitnya 19 ribu pekerja.

Menurut Menteri Bahlil, pihaknya menargetkan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, Kawasan Industri Terpadu Batang ini mampu menyerap 250 ribu tenaga kerja. Selain pabrik alas kaki, pada September 2024, perusahaan asal Korea Selatan, yakni LG siap membangun pabrik katoda di KIT Batang sebagai ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).

Kehadiran pabrik katoda merupakan bagian dari  integrasi pembangunan hulu dan hilir ekosistem baterai EV. “Di mana, akan ada prekursor smelter untuk pengembangan sel baterai  di Maluku Utara. Kemudian, ada pabrik  baterai sel juga di Karawang, Jawa Barat,” kata Menteri Investasi.

Pemerintah membangun Kawasan Industri Batang dan kawasan ekonomi khusus di daerah lainnya karena pada 2019 tensi  geopolitik dunia memanas akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Pada saat itu, Presiden Jokowi memandang ada kesempatan besar dari kondisi banyaknya perusahaan yang berbondong-bondong untuk merelokasi industri dan pabriknya ke negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi rendah, serta memiliki stabilitas dan politik yang bagus. (indonesia.go.id)

Previous Article SAHI Apresiasi Kemenag RI terkait Penyelenggaraan Haji 2024
Next Article Ethiopia Kagumi Keberhasilan Program Moderasi Beragama di Indonesia
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Turidi Susanto Ajak Masyarakat Hidup Sehat Bersama ISDMI
Bodetabek 26 Agustus 2026
Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut
Bisnis Jakarta Jakarta Utara 25 Agustus 2026
Sekda Herman Suwarman Ajak Pegawai Semarakkan Maulid Nabi Bersama Masyarakat
Bodetabek 24 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Nasional 21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Nasional 21 Agustus 2026
Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional 21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional
Nasional 12 Agustus 2026
Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri
Hukum 12 Agustus 2026
Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba
Hukum 11 Agustus 2026
Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter
Hukum 11 Agustus 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Presiden Jokowi Sambut Baik Pertemuan Pertama dengan PM Patrice Emery Trovoada

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono Tinjau Kesiapan Layanan KRIS di RSUP dr. M. Djamil

Sri Mulyani Indrawati Pecat Rafael Alun Trisambodo

Teddy Indra Wijaya: Presiden Prabowo Subianto Diundang Presiden Putin ke Rusia

Kemenag & Pos Indonesia Jajaki Sinergi Layanan Distribusi hingga Daerah 3T

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might also Like

Nasional

Presiden Jokowi Segera Umumkan Penghentian Ekspor Tembaga Mentah

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 Februari 2023
Nasional

Belanja Alat Kesehatan Dalam Negeri Sampai Dengan Akhir Juli 2023 Capai Rp 9,8 T

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 31 Agustus 2023
Nasional

BPK RI Apresiasi Kemenag Raih Tujuh Kali WTP Berturut-turut

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 26 Juli 2023
Nasional

Desmond Junaidi Mahesa Meninggal Dunia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 24 Juni 2023
Nasional

Diminta Presiden Jokowi Cek Stok Beras Nasional, Mentan Syahrul Yasin Limpo Yakin Ketersediaan Cukup

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 31 Oktober 2022
Nasional

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 Juli 2026
Nasional

Jadwal Seleksi Beasiswa Kuliah di Al-Azhar Mesir 2025 Kemenag RI

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 1 Mei 2025
Nasional

Presiden Jokowi Minta Hasil Presidensi G20 Indonesia Segera Ditindaklanjuti

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 28 November 2022
Nasional

Usai PPKM Dicabut, Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Meningkat Signifikan

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 30 Januari 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account