Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Seteru Panjang Pemerintah dan Pemberontak Hambat Bantuan ke Syria
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Seteru Panjang Pemerintah dan Pemberontak Hambat Bantuan ke Syria
Dunia

Seteru Panjang Pemerintah dan Pemberontak Hambat Bantuan ke Syria

Wartajakarta.id 14 Februari 2023
Share
3 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Bantuan untuk korban gempa Turki dan Syria terus berdatangan. Namun, bantuan-bantuan dari sejumlah negara itu tak bisa segera didistribusikan kepada penduduk terdampak. Terutama untuk wilayah Syria. Penyebabnya adalah seteru panjang pemerintah dengan kelompok oposisi atau pemberontak.

”Sejauh ini, kami telah mengecewakan orang-orang di wilayah barat laut Syria. Mereka merasa diabaikan. Mengharapkan bantuan internasional yang tak kunjung tiba,” ujar Martin Griffiths, wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, seperti dikutip Channel News Asia.

Sepuluh truk PBB telah melewati perbatasan Bab al-Hawa dan tiba di Syria. Bantuan itu berupa alat untuk selter, tali, selimut, tempat tidur, karpet, dan berbagai hal lain. Bab al-Hawa yang menghubungkan Turki-Syria adalah satu-satunya jalur yang dibuka. Jalur itu sempat tertutup saat gempa terjadi.

Sebagian besar area yang terdampak gempa di Syria berada di wilayah barat laut. Mayoritas dikuasai kelompok oposisi atau pemberontak. Hanya sebagian kecil yang berada di wilayah pemerintahan di bawah naungan Presiden Bashar Al Assad.

Bantuan yang masuk melalui bandara sudah berdatangan. Jalurnya dilewatkan area yang dikuasai pemerintah. Namun, kelompok Islam Hayat Tahrir al-Sham (HTS) menolak bantuan itu jika dikirimkan dari wilayah Syria yang dikuasai pemerintah. Area yang dikuasai HTS termasuk yang terdampak paling parah. PBB dan AS mengklasifikasikan HTS sebagai organisasi teroris. ”Kami tidak akan biarkan rezim mengambil keuntungan dari situasi ini untuk menunjukkan bahwa mereka membantu,” kata sumber HTS.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sudah datang ke Syria dan bertemu dengan Assad pada Minggu (12/2). Pemimpin Syria itu setuju untuk membuka lebih banyak perlintasan guna mengirim bantuan ke wilayah barat daya yang dikuasai pemberontak. Namun, WHO masih menunggu lampu hijau dari wilayah pemberontak sebelum mengirimkan bantuan.

AS juga mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera menggelar voting guna membuka lebih banyak perlintasan antara Turki-Syria. Dengan demikian, akses untuk pengiriman bantuan lebih banyak.

Sejak 2014 PBB tak bisa mengirim bantuan ke wilayah barat laut Syria karena mandat DK PBB. Beberapa tahun terakhir, hanya satu perlintasan yang boleh dibuka, yaitu Bab al-Hawa. Tekanan dari anggota DK PBB, Rusia dan Tiongkok, menjadi salah satu pemicunya. Dua negara itu adalah sekutu Assad.

Di sisi lain, jumlah korban jiwa sudah lebih dari 36.217 orang. Sebanyak 31.643 di Turki dan 4.574 di Syria. Data tersebut menjadikan gempa pada Senin (6/2) itu sebagai bencana paling mematikan dalam sejarah Turki. Dalam dua dekade terakhir, ia tercatat menjadi 1 di antara 5 gempa dengan jumlah kematian terbesar.

PBB menyebutkan, sedikitnya 870 ribu orang membutuhkan makanan panas di seluruh Turki dan Syria. Sebab, saat ini sedang musim dingin di dua negara tersebut. Di Syria, sekitar 5,3 juta orang kehilangan tempat tinggal. Lalu, di Turki, 80 ribu orang dilaporkan berada di rumah sakit dan lebih dari 1 juta orang tinggal di tempat penampungan sementara.

(jp)

Previous Article Tiba di Kota Hatay, Anjing K9 Polri Langsung Cari Korban
Next Article Pemerintah Belum Putuskan Pulangkan 123 WNI Korban Gempa Turki
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima
Nasional 6 Oktober 2026
Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti
Nasional 3 Oktober 2026
Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten
Nasional 3 Oktober 2026
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI
Nasional 2 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya
Nasional 2 Oktober 2026
Perombakan Kabinet Merah Putih, Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
Listyo Sigit Prabowo Bakal Dilantik jadi KSP?
Nasional 1 Oktober 2026
Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional 1 Oktober 2026
Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Nasional 1 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Nasional 1 Oktober 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might Also Like

Soal Ancaman Pembunuhan Band Radja, Begini Kata Menteri Malaysia

Daftar Negara dengan Paspor Terkuat di Dunia, Indonesia Peringkat 75

Jokowi Tegaskan ASEAN Atasi Konflik Myanmar dengan Lima Konsensus

Lockdown Tiongkok Makan Korban, Sulit ke Rumah Sakit, Balita Meninggal

Penuh Ujaran Kebencian, Pakistan Larang TV Siarkan Pidato Imran Khan

You Might also Like

Dunia

Dampak Gempa Turki, 1,5 Juta Warga Harus Kehilangan Rumah

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 23 Februari 2023
Dunia

Kabar Baik, Virus Zombie yang Bangkit dari Dalam Es Tak Tulari Manusia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 8 Desember 2022
Dunia

Paus Benediktus XVI Meninggal Dunia di Usia 95 Tahun

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 31 Desember 2022
Dunia

Pengadilan AS Tolak Gugatan Terhadap MBS Atas Pembunuhan Khashoggi

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Desember 2022
Dunia

Militer Ukraina Tembak Jatuh 13 Drone Peledak yang Diluncurkan Rusia

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 7 Maret 2023
Dunia

Solidaritas untuk Korban Gempa Turki lewat Sapi, Banteng, dan Kebab

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 13 Februari 2023
Dunia

Gagal jadi PM Malaysia, Muhyiddin Klaim Dapat Dukungan dari Parlemen

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 24 November 2022
Dunia

Sindir AS, Jubir Kemlu Tiongkok: Negara Adidaya, tapi Takut Medsos

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 2 Maret 2023
Dunia

Ditahan Usai Unjuk Rasa, Lebih dari 100 Aktivis Tiongkok Hilang

Wartajakarta.id Wartajakarta.id 21 Februari 2023
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account