Wartajakarta.idWartajakarta.idWartajakarta.id
  • Home
  • Jakarta
    • Kepulauan Seribu
    • Jakarta Barat
    • Jakarta Pusat
    • Jakarta Selatan
    • Jakarta Timur
    • Jakarta Utara
  • Nasional
    • Politik
    • Hukum
    • Bisnis
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Dunia
  • Indeks Berita
Search
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Reading: Aturan Ketat Covid Tiongkok Mulai Dicabut, Tempat Tes Swab Dibongkar
Sign In
Notification Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
  • Jakarta
  • Nasional
  • Dunia
  • Hukum
  • Politik
  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Search
  • Jakarta
  • Bisnis
  • Hukum
  • Nasional
  • Dunia
  • Politik
  • Kesehatan
  • Teknologi
  • Indeks Berita
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
Wartajakarta.id > Berita > Dunia > Aturan Ketat Covid Tiongkok Mulai Dicabut, Tempat Tes Swab Dibongkar
Dunia

Aturan Ketat Covid Tiongkok Mulai Dicabut, Tempat Tes Swab Dibongkar

Wartajakarta.id
5 Desember 2022
Share
3 Min Read
SHARE

Wartajakarta.id – Pelan tapi pasti, Tiongkok mulai melonggarkan kebijakan Covid-19 mereka. Yang terbaru adalah pencabutan wajib menunjukkan hasil tes negatif virus SARS-CoV-2 sebagai syarat naik kendaraan umum di Shanghai, Minggu (4/12).

Kebijakan itu menyusul kota-kota besar lain di Negeri Tirai Bambu. Kota Beijing, Tianjin, Shenzhen, dan Chengdu sudah mengumumkan pelonggaran tersebut sehari sebelumnya.

Kebijakan itu akan diterapkan per Senin (5/12). Hal tersebut juga berlaku untuk kunjungan ke apotek, taman, dan tempat wisata yang berada di luar ruangan. Sebelumnya, untuk naik bus atau kereta, wajib menunjukkan bukti negatif Covid-19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 48 jam terakhir.

Khusus untuk mal dan pusat perbelanjaan lainnya, bukti negatif Covid-19 itu masih diperlukan. Sejak banyak pelonggaran, mal dan restoran-restoran mulai bergeliat kembali. Mereka mulai buka meski sebagian besar hanya memberikan layanan pesan antar, bukan makan di tempat.

Bagi penduduk Shanghai, pelonggaran itu adalah kabar baik. Kota berpenduduk 23 juta jiwa tersebut telah dikuntara selama berbulan-bulan sepanjang tahun ini. Itu berdampak luar biasa pada perekonomian penduduk. Terlebih, Shanghai merupakan kota terbesar di Tiongkok dan merupakan salah satu pusat keuangan global.

Di Beijing, pemerintah setempat juga tak lagi meminta nama asli untuk dicatat ketika membeli obat flu dan demam. Kasus positif kini cukup karantina mandiri di rumah saja. Mereka juga mulai menutup stan untuk tes swab. Dalam beberapa video amatir yang diunggah, penduduk tampak bersorak ketika stan tes Covid-19 itu dibongkar.

Lockdown lokal di distrik-distrik berbagai kota juga mulai dicabut. Tapi, tidak semua senang dengan keputusan tersebut. Pemerintah Kota Jinzhou pada Kamis (1/12) sempat menegaskan akan terus melanjutkan lockdown.

”Akan jadi hal memalukan jika kita tidak bisa mencapai status nol Covid ketika kita mampu melakukannya,” bunyi pernyataan Pemkot Jinzhou seperti dikutip Agence France-Presse. Tapi, karena penduduk protes, Pemkot Jinzhou akhirnya mencabut kembali status lockdown tersebut.

Pelonggaran kebijakan nol Covid di Tiongkok muncul setelah terjadi aksi protes di berbagai kota besar. Pemicunya adalah kebakaran di kompleks permukiman Urumqi, Xinjiang, yang merenggut sepuluh nyawa. Korban kesulitan keluar karena gedung yang terbakar berstatus lockdown. Paramedis dan pemadam juga datang terlambat akibat pembatasan itu.

Konsul Jenderal Israel di Tiongkok Eddie Shapira merasakan bagaimana ketatnya perawatan pasien Covid-19. Dilansir The Jerusalem Post, dia sempat diisolasi di rumah sakit di Shanghai selama sepuluh hari karena tertular virus SARS-CoV-2. Meski bergejala ringan, dia tetap diisolasi dengan ketat. Makanan diberikan lewat jendela khusus. ”Seperti dipenjara,” ujarnya.

Meski di dalam negeri sudah dilonggarkan, para pengamat memprediksi Tiongkok tidak akan membuka diri hingga setidaknya setelah Maret tahun depan. Sebab, mereka harus mendapatkan dulu data hasil dari vaksinasi terbaru yang menargetkan lansia.

(jp)

Previous Article Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Ikuti Bimtek Optimalisasi Tupoksi Legislator
Next Article Koalisi Ungkap Alasan PM Anwar Ibrahim Merangkap jadi Menteri Keuangan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut
Bisnis Jakarta Jakarta Utara
25 Agustus 2026
Sekda Herman Suwarman Ajak Pegawai Semarakkan Maulid Nabi Bersama Masyarakat
Bodetabek
24 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor
Nasional
21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Nasional
21 Agustus 2026
Kunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional
21 Agustus 2026
Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional
Nasional
12 Agustus 2026
Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri
Hukum
12 Agustus 2026
Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba
Hukum
11 Agustus 2026
Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter
Hukum
11 Agustus 2026
Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer
Hukum
11 Agustus 2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

You Might Also Like

Kabar Duka, Salah Satu Pendiri Intel Gordon Moore Tutup Usia
Pesawat Tempur Rusia Jatuh dan Terbakar, 13 Tewas Termasuk Anak-Anak
G7 Kecam Rusia, Ancam Bakal Kembali Jatuhkan Sanksi Ekonomi
Korut Kembali Luncurkan Rudal Antarbenua, AS Marah dan Beri Kecaman
Antar Anak Sekolah ke Osaka, Musa Rajekshah: Belajar Disiplin dari Orang Jepang

Sign Up for Our Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

[mc4wp_form id=”847″]

//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Stay Connected

235.3kFollowersLike
69.1kFollowersFollow
11.6kFollowersPin
56.4kFollowersFollow
136kSubscribersSubscribe
4.4kFollowersFollow

You Might also Like

Dunia

Di Tengah Lonjakan Covid-19, Tiongkok Tetap Tolak Vaksin mRNA dari AS

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
9 Januari 2023
Dunia

Detik-detik Penembakan Brutal di Kampus AS, 3 Tewas, Mahasiswa Trauma

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
15 November 2022
Dunia

Buntut Tragedi Jembatan Ambruk di India, Polisi Tangkap 9 Orang

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
31 Oktober 2022
Dunia

Korban Tewas Penembakan di Kampus Michigan Bertambah, Termasuk Pelaku

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
14 Februari 2023
Dunia

Kabar Baik, Singapura Berhasil Lewati Puncak Kasus Covid-19 Varian XBB

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
2 November 2022
Dunia

KBRI Mulai Gunakan KBRIKL APP untuk Mendata WNI di Malaysia

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
27 November 2022
Dunia

Indonesia Kirim Tim Medis, Logistik, hingga Anjing Pelacak ke Turki

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
10 Februari 2023
Dunia

Sudah Dipenjara 34 Tahun, Ternyata Salah Tangkap, Pria AS Dibebaskan

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
17 Maret 2023
Dunia

Astronot Jepang Jadi Awak Stasiun Ruang Angkasa Yang Dipimpin AS

Wartajakarta.id
Wartajakarta.id
18 November 2022
Show More
Wartajakarta.idWartajakarta.id
Follow US
© 2022-2023 Wartajakarta.id. Berbagi Kabar Seputar Jakarta. All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Disclaimer
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account